KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menggenjot persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.
Tahapan kini memasuki fase krusial dengan pembentukan panitia kecil serta tim panel untuk memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Peta Kekuatan Muktamar NU 2026: Yahya, Nasaruddin, dan Poros Pesantren Bertarung
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut proses persiapan saat ini sudah mengarah pada tahap finalisasi. Panitia kecil telah dibentuk dan tengah menyusun kebutuhan teknis, termasuk struktur kepanitiaan yang akan menangani pelaksanaan muktamar secara menyeluruh.
Menurutnya, salah satu pekerjaan utama yang dikebut adalah penyelesaian administrasi organisasi, terutama penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi pengurus wilayah dan cabang.
Hal ini penting karena menjadi syarat legalitas peserta yang akan mengikuti forum tertinggi di tubuh NU tersebut.
Untuk mempercepat proses, PBNU juga membentuk tim panel yang diketuai oleh Muhammad Nuh. Tim ini bertugas melakukan verifikasi dokumen sekaligus memastikan seluruh SK rampung sebelum muktamar digelar.
Di sisi lain, PBNU juga menaruh perhatian pada dinamika internal organisasi.
Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum, Moh Mukri, mengatakan tim panel turut melakukan penelaahan terhadap berbagai keputusan sebelumnya agar tetap selaras dan tidak menimbulkan konflik saat forum berlangsung.
PBNU berharap seluruh proses persiapan dapat diselesaikan tepat waktu. Muktamar NU ke-35 sendiri direncanakan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026, sementara lokasi pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan dan akan diputuskan oleh pimpinan dalam waktu dekat.
Editor : Uways Alqadrie