KALTIMPOST.ID, Kecelakaan kereta Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) di perlintasan sebidang, gangguan perjalanan KRL, hingga tabrakan dengan kereta jarak jauh, semuanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
Kecelakaan kereta Bekasi Timur dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Dalam peristiwa itu, proses evakuasi berlangsung dramatis karena sejumlah korban dilaporkan terjebak di dalam gerbong yang rusak parah.
Kecelakaan kereta Bekasi Timur juga menyebabkan korban terus bertambah seiring proses penyelamatan berlangsung. Korban dievakuasi ke beberapa rumah sakit di Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: KPK Soroti Dugaan Suap dalam Pemilu, Hasil Elektoral Disebut Bisa Dimanipulasi
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang meninjau langsung lokasi menyampaikan data awal korban yang berhasil dievakuasi.
“Untuk sementara saya mendapat informasi sudah dievakuasi sebanyak 29 orang pada saat ini sudah di rumah sakit, dan sementara 3 meninggal dunia,” ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat diwawancarai awak media.
Dasco juga menyebut jumlah korban masih mungkin bertambah karena proses evakuasi belum sepenuhnya selesai.
“Kalau melihat proses evakuasi yang sedang berlangsung, ada kemungkinan korban masih dapat terus bertambah. Tapi, kita doakan semoga proses evakuasi dapat segera selesai dengan cepat,” imbuh Sufmi Dasco Ahmad.
Kronologi Awal: Bermula dari Insiden di Perlintasan
Berdasarkan keterangan PT KAI Daop 1 Jakarta, kejadian bermula dari insiden taksi listrik Xanh SM (Green SM Indonesia) yang tertemper KRL di jalur perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal.
Akibat benturan tersebut, KRL berhenti di lintasan. Dalam waktu hampir bersamaan, dari arah belakang melaju kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Kondisi jalur yang terganggu membuat tabrakan tidak terhindarkan.
Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
“Iya betul, betul. Ada kecelakaan kereta,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo kepada awak media.
Franoto menjelaskan rangkaian awal peristiwa yang memicu kecelakaan.
“Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal ya,” jelas Franoto Wibowo.
“Yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” imbuhnya.
Evakuasi Korban Berpacu dengan Waktu
Petugas gabungan bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban. Sejumlah bagian gerbong bahkan harus dipotong karena ada korban yang terjepit di dalam badan kereta.
Pemerintah Kota Bekasi menyebut korban dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, yakni RSUD Bekasi, Rumah Sakit Bella Bekasi, dan Rumah Sakit Primaya Bekasi. Pendataan korban masih terus diperbarui seiring proses identifikasi dan penanganan medis berlangsung.
Xanh SM Kembali Jadi Sorotan, Ini Catatan Insiden Sebelumnya
Insiden di Bekasi Timur membuat nama taksi listrik Xanh SM kembali menjadi perhatian. Sebab, sebelumnya kendaraan ini juga beberapa kali terlibat kecelakaan.
1. Mundur Tak Terkendali di Tangerang
Taksi listrik Xanh SM mengalami insiden di Karang Tengah, Kota Tangerang, Januari 2026. Usai terlibat tabrakan ringan di jalan, mobil tiba-tiba bergerak mundur sendiri, menabrak tiang lampu, tembok, dan kaca restoran. Tidak ada korban jiwa.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden M Jauhari mengatakan, "Untuk kerugian toko sudah diganti rugi oleh pihak taksi sejumlah Rp 4 juta dan sudah membuat pernyataan antara kedua belah pihak."
2. Tertemper Kereta di Kemayoran
Pada akhir 2025, sebuah taksi Xanh SM ringsek setelah tertemper kereta di perlintasan Kampung Bandan–Kemayoran. Sopir selamat, tetapi kendaraan rusak berat.
Dalam peristiwa itu, PT KAI mengingatkan pentingnya disiplin di perlintasan.
“KAI turut prihatin atas insiden ini. Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan pengguna jalan saat melintasi perlintasan sebidang,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangan tertulis.
3. Serempetan dengan KRL di Rawa Buaya
Oktober 2025, taksi Xanh SM juga terserempet KRL di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Tidak ada korban jiwa, tetapi kendaraan mengalami kerusakan di bagian depan.***
Editor : Dwi Puspitarini