KALTIMPOST.ID, Tahun 2026 menjadi momen penting bagi para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) yang masih menunggu kepastian terkait kenaikan gaji pokok. Namun hingga saat ini, belum ada regulasi baru yang mengatur perubahan tersebut. Dalam kondisi ini, peran tunjangan menjadi sangat penting untuk menjaga daya beli para pensiunan.
Tunjangan Jadi Penopang Utama Penghasilan
Corporate Secretary PT Taspen, Henra, menyampaikan bahwa meskipun gaji pokok belum mengalami kenaikan, para pensiunan tetap menerima berbagai tunjangan yang menjadi bagian penting dari total penghasilan. Tunjangan inilah yang membantu menjaga kestabilan ekonomi para pensiunan di tengah belum adanya kebijakan baru.
Beberapa jenis tunjangan yang diberikan antara lain gaji ke-13 yang biasanya cair di pertengahan tahun, tunjangan keluarga untuk pasangan dan anak, serta tunjangan pangan yang kerap disalurkan dalam bentuk beras. Selain itu, ada juga tunjangan khusus bagi wilayah dengan biaya hidup tinggi seperti Papua.
Gaji Pokok Masih Mengacu Aturan Lama
Saat ini, besaran gaji pokok pensiunan masih berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024 yang menetapkan kenaikan sebesar 12 persen pada tahun tersebut. Sejak saat itu, belum ada kebijakan baru yang mengubah nominal gaji.
Besaran gaji pokok bervariasi sesuai golongan terakhir. Golongan I berkisar antara Rp1,7 juta hingga Rp2,2 juta, golongan II sekitar Rp1,7 juta sampai Rp3,2 juta, golongan III mencapai Rp4 juta, dan golongan IV sebagai yang tertinggi bisa memperoleh hingga Rp4,9 juta.
Proses Kenaikan Gaji Tidak Sederhana
Henra menegaskan bahwa peluang kenaikan gaji tetap terbuka, tetapi prosesnya cukup panjang dan melibatkan berbagai tahapan. Mulai dari penyusunan regulasi baru berupa Peraturan Pemerintah, penyesuaian anggaran oleh Kementerian Keuangan, hingga penerbitan aturan teknis sebagai dasar pelaksanaan oleh PT Taspen.
Selama tahapan tersebut belum selesai, kebijakan kenaikan gaji tidak bisa dijalankan. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut tidak hanya bergantung pada keinginan pemerintah, tetapi juga pada kondisi fiskal dan prioritas anggaran negara.
Waspadai Informasi yang Tidak Resmi
PT Taspen juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap informasi yang beredar, terutama di media sosial. Banyak kabar terkait kenaikan gaji yang belum tentu benar dan dapat menimbulkan kebingungan.
Henra menekankan pentingnya merujuk pada sumber resmi pemerintah untuk memastikan kebenaran informasi. Selama belum ada regulasi baru yang diterbitkan, maka kabar mengenai kenaikan gaji bisa dipastikan belum valid.
Estimasi Gaji Pensiunan 2026
Untuk tahun 2026, besaran gaji pensiunan diperkirakan masih berada dalam kisaran Rp1.748.100 hingga Rp4.957.100 per bulan, tergantung golongan dan masa kerja. Angka ini mengikuti kebijakan kenaikan 12 persen yang telah diterapkan pada 2024.
Rinciannya sebagai berikut:
Golongan I: Rp1.748.100 – Rp2.256.700
Golongan II: Rp1.748.100 – Rp3.208.800
Golongan III: Rp1.748.100 – Rp4.029.600
Golongan IV: Rp1.748.100 – Rp4.957.100
Dengan kondisi tersebut, langkah paling bijak bagi para pensiunan adalah tetap berpegang pada informasi resmi dan memahami bahwa setiap kebijakan pemerintah memerlukan proses serta pertimbangan yang matang sebelum benar-benar diterapkan.