Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Usai Kecelakaan Maut, Menhub Dudy Purwagandhi Tegaskan Stasiun Bekasi Timur Tak Dibuka Sebelum Aman!

Ilmidza • Kamis, 30 April 2026 | 14:08 WIB
Menhub Dudy tegaskan pembukaan stasiun Bekasi harus aman. (Foto ist)
Menhub Dudy tegaskan pembukaan stasiun Bekasi harus aman. (Foto ist)

KALTIMPOST.ID,Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam rencana pembukaan kembali layanan di Stasiun Bekasi Timur, menyusul insiden kecelakaan kereta yang melibatkan KRL dan KA jarak jauh.

Menurut Menhub, saat ini proses pembukaan kembali layanan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang tengah melakukan investigasi. Jika hasil clearance telah keluar, maka layanan KRL rute Cikarang dan Bekasi Timur akan segera dioperasikan kembali. Namun demikian, berbagai tahapan teknis seperti uji rel, sistem persinyalan, dan kesiapan operasional lainnya masih terus dilakukan dengan mengedepankan faktor keselamatan.

Menhub juga memaparkan perkembangan penanganan korban akibat insiden tersebut. Tercatat total korban mencapai 106 penumpang, dengan 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka, sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

Baca Juga: Cara Refund Tiket KA Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP hingga Loket Stasiun

Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa proses pemulihan jalur kereta telah dilakukan secara bertahap. Jalur hilir sudah kembali beroperasi sejak dini hari setelah kejadian, sementara jalur hulu telah dibersihkan dari sisa material kecelakaan. Meski demikian, pembatasan kecepatan masih diberlakukan di area stasiun demi menjaga keamanan perjalanan.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama PT KAI dan pihak terkait menegaskan bahwa standar keselamatan tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun. Selama masa pemulihan, posko tanggap darurat juga telah disiapkan di beberapa lokasi untuk membantu penanganan pascakejadian.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, insiden bermula dari tabrakan antara KRL rute Cikarang–Jakarta dengan sebuah kendaraan di perlintasan sebidang. Kejadian ini menyebabkan gangguan operasional dan memicu rangkaian peristiwa lanjutan hingga melibatkan kereta lain, termasuk KA Argo Bromo Anggrek.

Dengan berbagai upaya pemulihan yang terus dilakukan, pemerintah berharap layanan kereta dapat kembali normal dalam waktu dekat, namun tetap dengan jaminan keselamatan sebagai prioritas utama.

Editor : Ilmidza
#kecelakaan kereta api di stasiun Bekasi Timur #kecelakaan kereta api di Bekasi Timur