Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rupiah Tersungkur Lagi! Sentuh Rp17.346 per Dolar AS, Isu Global Jadi Biang Kerok

Ilmidza • Kamis, 30 April 2026 | 17:39 WIB
Ilustrasi rupiah.
Ilustrasi rupiah.

KALTIMPOST,ID, Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Mata uang Garuda terkoreksi sekitar 20 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.346 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.326 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global. Ia menyoroti rencana Donald Trump yang disebut tengah mempertimbangkan blokade laut jangka panjang terhadap Iran.

“Kekhawatiran pasar meningkat seiring munculnya rencana blokade dan pertemuan para eksekutif minyak dengan pemerintah AS,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, potensi kebijakan tersebut dapat memicu respons keras dari Iran, termasuk kemungkinan melanjutkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.

“Jika blokade berlangsung lama, Iran berpotensi mempertahankan penutupan Hormuz yang bisa mengganggu pasokan minyak global,” jelasnya.

Sejak akhir Februari 2026, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz memang sudah mengalami perlambatan. Jalur ini diketahui menyalurkan sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat berdampak besar pada pasar global.

Di sisi lain, Trump juga disebut berupaya membentuk koalisi internasional untuk membuka kembali jalur tersebut. Namun, upaya itu belum mendapatkan dukungan luas dari negara-negara sekutu.

“Sejumlah sekutu utama belum menunjukkan dukungan, bahkan ada kritik terkait minimnya bantuan militer dalam konflik tersebut,” tambah Ibrahim.

Selain faktor geopolitik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi kondisi internal bank sentral Amerika Serikat. Ketua The Fed, Jerome Powell, disebut menyinggung isu independensi lembaganya di tengah tekanan politik.

“Independensi The Fed saat ini berada dalam risiko,” ungkap Ibrahim mengutip pernyataan Powell.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga mencatat pelemahan rupiah ke level Rp17.378 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.324 per dolar AS.

Kombinasi ketegangan geopolitik dan dinamika kebijakan global membuat tekanan terhadap rupiah masih berlanjut, seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Editor : Ilmidza
#rupiah anjlok