KALTIMPOST.ID, Tragedi maut kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menjadi perhatian luas publik dan pemangku kepentingan.
Insiden tabrakan yang melibatkan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut menelan korban jiwa yang tidak sedikit.
Pasca kejadian, publik pun menuntut untuk audit menyeluruh terhadap manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) semakin menguat.
Di tengah tuntutan transparansi ini, harta kekayaan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin juga kini jadi sorotan tajam publik.
Harta Kekayaan Bobby Rasyidin
Dari arsip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN), Bobby Rasyidin tercatat telah melaporkan kekayaannya sebanyak lima kali.
· 2020: Rp 42.591.579.521
· 2021: Rp 42.413.957.606
· 2022: Rp 34.702.747.693
· 2023: Rp 37.015.139.843
· 2025: Rp 37.883.318.258 (Laporan data terakhir kali saat masih bertugas di PT LEN Industri sebelum di KAI)
Rincian Harta Kekayaan
Aset terbesar Bobby terkonsentrasi pada tanah dan bangunan yang mencapai total Rp 21.012.580.500.
Bobby memiliki sembilan aset properti strategis yang seluruhnya tercatat sebagai hasil sendiri, termasuk aset di mancanegara:
- Australia: Properti seluas 395/180 m² dengan nilai fantastis Rp 6.976.000,000.
- Jakarta Timur: Dua aset properti, masing-masing senilai Rp 5,54 miliar dan Rp 270 juta.
- Bandung, Jawa Barat: Tiga lokasi tanah dan bangunan dengan nilai gabungan lebih dari Rp 4,1 miliar.
- Sumatera Barat: Properti di Bukittinggi senilai Rp 2,06 miliar dan di Padang senilai Rp 265 juta.
- Badung, Bali: Aset senilai Rp 1,74 miliar.
Koleksi Kendaraan Mewah dan Aset Lainnya
Selain properti, daftar koleksi kendaraan Bobby tercatat senilai total Rp 4.743.578.139. Garasi sang dirut dihiasi oleh berbagai kendaraan kelas atas, yakni:
- Toyota Alphard (2024): Rp 1,588,000,000.
- Mercedes Benz E300 AT (2019): Rp 960,000,000.
- BMW 330l CKD AT (2016): Rp 685,000,000.
- Jeep Grand Cherokee Night Eagle 4X4 (2018): Rp 640,578,139.
- Mitsubishi Pajero SP24LDAKAR (2019): Rp 510,000,000.
- VW T-Cross (2020): Rp 360,000,000.
Bobby juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas yang cukup besar yakni Rp 9.202.534.739, serta harta bergerak lainnya senilai Rp 2,4 miliar.
Di sisi lain, ia memiliki catatan utang sebesar Rp 860.029.375.
Pemaparan rincian kekayaan ini menjadi landasan kuat yang mendorong pemerintah untuk menempatkan figur-figur dengan integritas tinggi dalam posisi strategis pengelolaan transportasi publik.
Editor : Hernawati