KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat memicu respons cepat pemerintah. Presiden Prabowo Subianto mengundang jajaran otoritas ekonomi dan keuangan ke Istana Kepresidenan, Selasa (5/5) sore.
Sejumlah pejabat penting terlihat hadir, mulai dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga: Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Mei 2026, Cek Lengkap di Sini
Selain itu, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga turut merapat.
Pertemuan ini berlangsung di tengah melemahnya rupiah yang dalam beberapa hari terakhir terus tertekan. Level Rp17.400 per dolar AS menjadi salah satu titik terlemah dalam perjalanan nilai tukar domestik.
Meski demikian, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara detail agenda rapat tersebut. Ia hanya menyebut pembahasan kemungkinan berkisar pada kondisi ekonomi terkini.
“Soal nilai tukar, itu ranah bank sentral,” ujarnya singkat.
Purbaya menilai pelemahan rupiah masih bisa dikendalikan selama fundamental ekonomi nasional tetap terjaga. Ia juga menekankan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Warga Jakarta, Mobil Listrik Tetap Bebas Pajak
Senada, Airlangga Hartarto belum bersedia membeberkan isi pembahasan. Namun, kehadiran lengkap unsur Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengindikasikan adanya koordinasi lintas lembaga untuk merespons gejolak pasar.
Editor : Uways Alqadrie