KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pemerintah resmi memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi II tahun 2026.
Pembaruan ini berdampak pada perubahan daftar penerima bantuan sosial (bansos) di seluruh Indonesia pada penyaluran triwulan II 2026.
Melalui pemutakhiran data terbaru, sebanyak lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru kini masuk dalam daftar penerima bansos.
Baca Juga: Status Bansos Masih Januari–Maret Padahal Sudah Mei 2026? Ternyata Ini Penyebab dan Solusinya
Masyarakat juga sudah bisa mengecek status penerima bantuan dan kategori desil kesejahteraan secara online melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, pembaruan DTSEN dilakukan berdasarkan hasil validasi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Setiap triwulan pasti ada perubahan penerima manfaat. Untuk triwulan kedua ini ada lebih dari 470 ribu KPM baru yang mendapatkan bantuan,” ujar Gus Ipul di Gedung BP Jamsostek, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Cara Mengubah Status Desil agar Berpeluang Dapat Bansos 2026, Ikuti Prosedur Resmi Ini
Meski ada penambahan penerima baru, pemerintah memastikan mayoritas penerima lama yang masih memenuhi syarat tetap menerima bansos seperti biasa.
“Sebagian besar masih tetap pada KPM yang sebelumnya sudah menerima bantuan,” lanjutnya.
Peran 70 Ribu Operator Desa
Pemerintah menyebut proses pembaruan data bansos tahun ini berjalan lebih cepat berkat dukungan lebih dari 70 ribu operator data desa di berbagai wilayah Indonesia.
Operator desa membantu proses validasi, pembaruan, hingga aktivasi data masyarakat secara langsung di lapangan. Langkah ini dinilai mampu mempercepat penanganan warga yang belum terdaftar atau mengalami masalah administrasi bansos.
“Dengan adanya operator data desa ini, masyarakat bisa lebih cepat melakukan aktivasi, reaktivasi, maupun pembaruan data,” kata Gus Ipul.
DTSEN Terhubung dengan SIKS-NG
Seluruh pembaruan data kini terintegrasi melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Sistem ini memungkinkan pemerintah memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat dan real-time.
Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan DTSEN Versi II 2026 telah mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia yang tervalidasi dengan data Dukcapil.
“Jumlah penduduk yang sudah teregistrasi dan direkonsiliasi dengan Dukcapil mencapai 289 juta orang,” ujar Amalia.
Baca Juga: Gaji ke-13 Pensiunan PNS Cair Juni 2026, Taspen Pastikan Dana Masuk Penuh Tanpa Potongan
Cara Cek Nama Penerima Bansos 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos dan desil kesejahteraan melalui situs resmi Kemensos berikut:
Langkah cek bansos online:
-
Buka situs resmi cek bansos Kemensos
-
Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai KTP
-
Masukkan nama lengkap sesuai identitas
-
Ketik kode captcha
-
Klik tombol “Cari Data”
Sistem akan menampilkan informasi status penerima bansos, jenis bantuan yang diterima, hingga kategori desil kesejahteraan.
Selain website, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos untuk:
-
Mengecek status bansos
-
Mengusulkan penerima baru
-
Menyampaikan sanggahan data
-
Memantau pembaruan DTSEN
Apa Itu Desil Kesejahteraan?
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat dari skala 1 sampai 10.
-
Desil 1: kelompok paling miskin
-
Desil 10: kelompok paling sejahtera
Data desil menjadi salah satu acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Pemerintah memastikan pembaruan DTSEN akan terus dilakukan setiap triwulan agar data penerima bansos tetap akurat sesuai kondisi terbaru masyarakat.(*)