KALTIMPOST.ID, JAKARTA– Polisi menemukan cairan yang diduga menjadi pemicu kebakaran rumah anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Temuan itu didapat saat tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin (11/5).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, penyelidik bersama tim Inafis dan Puslabfor Mabes Polri telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kebakaran.
Salah satunya berupa cairan yang kini masih diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik.
Baca Juga: Heboh 11 Bayi Dititipkan di Rumah Bidan Sleman, Polisi Ungkap Mayoritas Anak Luar Nikah
“Barang bukti yang ditemukan sudah dibawa ke Puslabfor Mabes Polri untuk diteliti. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan guna memastikan penyebab kebakaran,” ujar Joko kepada wartawan.
Sebelumnya, kebakaran yang menewaskan Haerul Saleh diduga berasal dari ruang kerja di lantai empat rumahnya. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya bahan mudah terbakar, termasuk tiner bekas renovasi rumah, yang memicu api cepat membesar.
Seperti diketahui, kebakaran yang menewaskan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ternyata tidak hanya melibatkan korban seorang diri.
Saat insiden terjadi, Haerul diketahui berada di rumah bersama tiga asisten rumah tangga (ART).
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan mengatakan, ketiga ART tersebut berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api.
Berdasarkan keterangan awal saksi, sebagian ART berada di lantai atas bersama korban, sementara lainnya berada di bagian bawah rumah saat kebakaran mulai terjadi.
“Korban bersama beberapa ART di dalam rumah. Ada yang berada di lantai atas dan ada juga di bawah. Semua ART selamat,” ujar Putu kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Mutasi Terbaru TNI AD, AL, AU: Ini Nama-Nama Perwira Tinggi yang Naik Jabatan
Hingga kini polisi masih mendalami kronologi kebakaran maut tersebut. Pemeriksaan terhadap para saksi terus dilakukan guna memastikan bagaimana api pertama kali muncul dan bagaimana para penghuni rumah berhasil keluar dari lokasi kejadian.
Petugas kepolisian juga tengah mencocokkan keterangan saksi dengan sejumlah alat bukti yang ditemukan di lokasi kebakaran. Sebelumnya, kebakaran dilaporkan terjadi di ruang kerja lantai empat rumah Haerul Saleh.
Korban Berada di Lantai 4
Kebakaran hebat yang melanda rumah anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diduga bermula dari lantai paling atas bangunan.
Polisi menyebut titik awal api berada di ruang kerja pribadi korban di lantai empat.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan, saat insiden terjadi Haerul Saleh berada di area tersebut.
Informasi sementara yang dihimpun aparat menunjukkan ruangan di lantai empat difungsikan sebagai tempat kerja sekaligus ruang aktivitas pribadi korban.
Baca Juga: Heboh Kasus Pelecehan Seksual di Pesantren Surabaya: Ustaz Muda Jadi Tersangka Pencabulan 7 Santri
“Api pertama kali diketahui muncul di lantai empat. Dari keterangan awal, itu merupakan ruang kerja korban,” ujar Joko, Jumat (8/5/2026).
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada pagi hari dan sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan sebagian bangunan rumah di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat.
Editor : Uways Alqadrie