KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Publik kini diminta untuk lebih selektif dalam mengangkat telepon, terutama jika berasal dari nomor asing yang tidak bersuara (silent call).
Fenomena ini bukan sekadar gangguan teknis atau keisengan belaka, melainkan disinyalir sebagai langkah awal dalam skema penipuan digital yang lebih terorganisir.
Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan oleh keluhan warganet yang kerap menerima panggilan dari nomor tidak dikenal.
Uniknya, saat diangkat, tidak ada suara apa pun di ujung telepon, dan sambungan biasanya langsung terputus dalam hitungan detik.
Mengutip penjelasan dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital RI, pola ini merupakan taktik pelaku untuk memverifikasi apakah sebuah nomor telepon masih digunakan atau tidak.
Baca Juga: 3 WNI Ditangkap di Makkah! Terbongkar Modus Penipuan Haji Pakai Dokumen Palsu
Selain pengumpulan data, pelaku sering kali memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP).
Teknologi ini memungkinkan pelaku memalsukan identitas nomor agar sulit dilacak serta mengubah-ubah nomor dalam waktu yang sangat singkat.
Risiko di Balik Panggilan Balik
Tujuan dari silent call ini beragam, mulai dari sekadar memetakan nomor aktif hingga memancing rasa penasaran korban untuk melakukan telepon balik (call back).
Di sinilah risiko besar mengintai, seperti target serangan lanjutan. Nomor seluler akan masuk ke dalam daftar “korban potensial” untuk serangan penipuan berikutnya.
Selain itu, penyedotan pulsa juga dapat terjadi. Melakukan panggilan balik ke nomor asing tertentu bisa membuat penelepon terhubung ke layanan berbayar premium yang sangat mahal.
Eskalasi penipuan pun dapat berlanjut. Setelah memastikan nomor yang dihubungi aktif, pelaku mungkin akan melanjutkan aksi dengan modus pencurian kode OTP atau tautan phishing.
Langkah Proteksi Diri
Dosen Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, memberikan peringatan keras agar masyarakat tidak memberikan respons apa pun terhadap panggilan mencurigakan tersebut.
Ia menekankan agar masyarakat segera memblokir nomor tersebut tanpa perlu mengangkat atau menghubungi kembali.
Menurutnya, teknik “pancingan lewat panggilan tak terjawab” merupakan salah satu metode yang paling sering memakan korban.
Untuk meminimalisasi risiko, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Abaikan nomor asing. Jika panggilan berasal dari luar negeri atau nomor yang polanya aneh, sebaiknya biarkan saja. Pihak yang memiliki urusan penting biasanya akan meninggalkan pesan singkat.
- Gunakan fitur keamanan ponsel dengan mengaktifkan pengaturan Silence Unknown Callers (bisukan penelepon tak dikenal) pada menu pengaturan ponsel.
- Instal aplikasi pelacak, yakni gunakan aplikasi pihak ketiga yang mampu mengidentifikasi serta memblokir secara otomatis nomor-nomor yang telah dilaporkan sebagai spam atau penipuan.
- Edukasi keluarga dengan memberikan pemahaman kepada anggota keluarga yang lebih rentan, seperti anak-anak dan lansia, agar tidak mudah percaya pada instruksi dari penelepon asing.
Dengan tetap waspada dan tidak merespons panggilan misterius, Anda telah menutup pintu utama bagi para pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya. (*)
Editor : Almasrifah