KALTIMPOST.ID, MATARAM – Misteri kematian seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) menggemparkan warga Lingkungan Gomong Sakura, Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
Korban bernama Nadya Dwi Ramadhany (21), mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Unram asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Minggu malam (17/5).
Penemuan jenazah korban bermula saat rekannya, Karelleta Rawi Beauty (22), merasa curiga karena Nadya tak kunjung bisa dihubungi sejak Minggu pagi.
Baca Juga: Razman Nasution Bongkar Info Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang
Telepon seluler korban disebut tidak aktif. Padahal, komunikasi terakhir keduanya terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA saat saksi masih berada di Jakarta.
Sesampainya di Lombok pada Minggu sore, saksi kembali mencoba menghubungi korban namun tidak mendapat jawaban. Rasa khawatir membuat saksi bersama sepupunya mendatangi kamar kos korban sekitar pukul 21.00 WITA. Saat pintu diketuk, tidak ada respons dari dalam kamar.
Tetangga sekitar juga mengaku tidak melihat aktivitas korban sepanjang hari. Lampu kamar dalam keadaan padam, sementara sepeda motor milik korban yang biasanya terparkir di depan kos tidak terlihat.
Karena penasaran, saksi bersama beberapa rekannya mencoba mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter.
Baca Juga: 9 WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditahan Israel, Empat Jurnalis Indonesia Ikut Diamankan
Dari celah ventilasi itu, korban terlihat terbaring di atas kasur dan tercium aroma tidak sedap dari dalam kamar. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada kepala lingkungan setempat.
Saksi lain, Wine Arnija (23), mengatakan dirinya terakhir bertemu korban pada Jumat malam saat Nadya membeli voucher internet. Ia juga mengaku mulai mencium bau menyengat dari arah kamar korban pada Minggu malam sekitar pukul 19.20 WITA.
Kepala Lingkungan Gomong Sakura, H Muhammad Bahaudin, menyebut dirinya sempat melakukan patroli lingkungan pada Minggu dini hari dan melihat kondisi kamar korban dalam keadaan gelap. Kendaraan korban juga tidak berada di lokasi.
Mendapat laporan warga, aparat Polsek Selaparang langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Tim kepolisian yang dipimpin Kapolsek Selaparang IPTU Zulharman Lutfi melakukan olah TKP sekitar pukul 23.30 WITA.
Baca Juga: Hore! Libur Idul Adha 2026 Bisa Sampai 6 Hari, Ini Jadwal Lengkapnya
Dari pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan kedua kaki menekuk. Polisi turut mengamankan sejumlah barang di lokasi, seperti laptop, charger, jilbab, casing ponsel, dan celana panjang warna hitam.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda NTB sekitar pukul 00.30 WITA untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan penyidik masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi serta memeriksa sejumlah saksi.
“Penyelidikan masih berjalan. Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (18/5).
Di sisi lain, muncul dugaan tindak kriminal dalam kasus tersebut. Sejumlah barang milik korban seperti sepeda motor, telepon genggam, hingga barang berharga lainnya dilaporkan hilang dari lokasi kos.
Hingga kini, proses autopsi terhadap jenazah korban masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga. Polisi memastikan seluruh barang bukti telah diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Editor : Uways Alqadrie