KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang ditangkap oleh militer Israel, dipastikan segera menghirup udara bebas di Tanah Air. Jika tidak ada perubahan jadwal, mereka dideportasi dan diterbangkan dari Turki malam ini, serta dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu (24/5) sore.
Kepastian pemulangan ini dikonfirmasi langsung oleh Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy. Ia menjelaskan bahwa seluruh relawan akan menempuh perjalanan udara menggunakan maskapai Emirates dari Istanbul dengan rute transit via Dubai.
"Confirmed naik pesawat Emirates hari Sabtu tanggal 23 Mei, pukul 19.35 Istanbul-Dubai. Kemudian dilanjutkan Dubai-Jakarta pada Minggu tanggal 24 Mei, pukul 04.10 dan tiba pukul 15.30 WIB," kata Harfin kepada wartawan, Sabtu (23/5).
Senada dengan hal tersebut, Minister Counsellor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, Yudhi Ardian, membenarkan adanya rencana pemulangan tersebut. Kendati demikian, pihak KBRI masih terus melakukan koordinasi ketat untuk memastikan proses transit berjalan lancar.
"Info yang kami terima juga demikian, kita lagi nanya juga konfirmasinya. Mudah-mudahan bisa secepatnya pulang," kata Yudhi.
Sebelumnya, seperti dilansir media ini, sembilan relawan yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis ini ditangkap oleh tentara Israel saat sedang menjalankan misi kemanusiaan di perairan internasional. Usai dibebaskan, otoritas terkait langsung membawa mereka ke Turki untuk menjalani serangkaian tes kesehatan serta proses administrasi sebelum dideportasi kembali ke Indonesia.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas bebasnya para relawan. Pemerintah Indonesia juga secara khusus berterima kasih kepada Pemerintah Turki yang dinilai sangat aktif memfasilitasi proses pemulangan sembilan WNI tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh media ini, 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla yang dipulangkan itu adalah:
Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa / Kapal Zapyro)
Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa / Kapal Zapyro)
Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat / Kapal Josef)
Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso / Kapal Kasr-1)
Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171/Kapal Kasr-1)
Bambang Noroyono (Jurnalis Republika/Kapal BoraLize)
Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis Republika/Kapal Ozgurluk)
Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo/Kapal Ozgurluk)
Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews/Kapal Ozgurluk)
(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko