KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah kembali membuat geger publik. Ribuan calon jemaah yang telah menyetor uang puluhan hingga ratusan juta rupiah ke Hanania Travel dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci.
Para korban akhirnya melaporkan pimpinan travel tersebut ke Polda Metro Jaya setelah merasa terus diberi janji tanpa kepastian keberangkatan maupun pengembalian dana. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
Baca Juga: Hadiah Piala Dunia 2026 Tembus Rp11,6 Triliun, Juara Pertama Dapat Rp890 Miliar
Hanania Travel sebelumnya dikenal cukup populer di kalangan jemaah. Promosi besar-besaran di media sosial, rekomendasi dari mulut ke mulut, hingga testimoni positif dari pelanggan lama membuat banyak orang percaya menggunakan jasa travel itu.
Harga paket yang ditawarkan juga dianggap relatif terjangkau untuk perjalanan umrah, yakni sekitar Rp30 juta sampai Rp35 juta per orang. Bahkan ada bonus transit wisata di Dubai yang menjadi daya tarik tambahan.
“Karena banyak yang bilang pelayanannya bagus, akhirnya kami ikut daftar. Beberapa keluarga bahkan sudah pernah berangkat lewat travel ini sebelumnya,” kata salah seorang korban di Mapolda Metro Jaya.
Masalah mulai mencuat menjelang keberangkatan kloter Syawal pada Maret 2026. Pihak travel mendadak mengumumkan penundaan keberangkatan dengan alasan situasi konflik di Timur Tengah.
Calon jemaah disebut mendapat penjelasan bahwa kondisi perang di Iran berdampak pada jalur penerbangan transit menuju Arab Saudi. Namun setelah ditunggu berulang kali, jadwal keberangkatan tak kunjung jelas.
Korban lain mengaku sempat diyakinkan bahwa dana perusahaan habis digunakan untuk membantu ratusan jemaah yang tertahan di Jeddah akibat kondisi geopolitik kawasan.
Kecurigaan para calon jemaah makin besar setelah pihak travel sulit dihubungi dan proses refund tidak kunjung dilakukan. Situasi itu memicu kemarahan para korban hingga membawa kasus tersebut ke jalur hukum.
Kronologi Dugaan Penipuan Hanania Travel:
Hanania Travel aktif menawarkan paket umrah murah berkisar Rp30-35 juta dengan bonus transit wisata di Dubai.
Promosi dilakukan melalui media sosial, testimoni jemaah lama, hingga endorsement influencer sehingga banyak calon jemaah percaya.
Sejumlah calon jemaah kemudian melunasi pembayaran sejak akhir 2025 hingga awal 2026 dengan nilai puluhan sampai ratusan juta rupiah.
Menjelang keberangkatan kloter Syawal pada Maret 2026, pihak travel tiba-tiba menunda keberangkatan.
Hanania Travel berdalih penundaan terjadi akibat force majeure karena konflik di Timur Tengah dan perang Iran.
Travel juga mengaku mengalami masalah keuangan setelah menalangi ratusan jemaah yang disebut tertahan di Jeddah.
Para jemaah mulai curiga karena jadwal keberangkatan terus berubah dan refund tidak kunjung diberikan.
Ribuan calon jemaah akhirnya gagal berangkat umrah meski seluruh biaya telah dibayarkan.
Korban kemudian mendatangi Polda Metro Jaya dan melaporkan Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan.
Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp60 miliar dan kini kasusnya ditangani kepolisian.
Editor : Uways Alqadrie