Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mengintip Rekam Jejak Tiga Nakhoda Baru Badan Gizi Nasional Pilihan Prabowo

Ari Arief • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:46 WIB
Logo Badan Gizi Nasional Republik Indonesia
Logo Badan Gizi Nasional Republik Indonesia

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Gerbong mutasi besar-besaran terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Menyusul evaluasi kinerja yang dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, posisi puncak lembaga tersebut resmi berganti per Selasa (2/6/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana dari kursi Kepala BGN, beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Sebagai gantinya, Presiden menunjuk tiga figur baru untuk menakhodai program krusial pemenuhan gizi nasional ini. Mereka adalah Nanik S. Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono.

Siapa saja mereka dan bagaimana rekam jejaknya? Berikut profil ketiga pimpinan baru BGN yang dihimpun Kaltim Post:

Nanik S Deyang
Nanik S Deyang

 

Nanik Sudaryati Deyang: Dari Ruang Redaksi ke Kursi Nomor Satu BGN

Jabatan Baru: Kepala Badan Gizi Nasional

Perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 ini bukanlah wajah baru di lingkungan pemerintahan Prabowo Subianto. Nanik mengawali karier profesionalnya dari dunia jurnalistik sebagai wartawati di Tabloid Bangkit. Ketajaman analisis dan jejaringnya di dunia media kemudian membawanya masuk ke lingkaran kebijakan publik.

Sebelum didapuk menjadi orang nomor satu di BGN, Nanik sempat dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Kariernya di BGN sendiri dimulai saat ia dilantik menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025 . Kini, lewat perombakan terbaru, Nanik resmi naik kelas memimpin badan strategis ini.

Agustina Arumsari
Agustina Arumsari

 

Agustina Arumsari: Srikandi Auditor dengan Segudang Sertifikasi

Jabatan Baru: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional

Masuknya Agustina Arumsari ke dalam jajaran pimpinan BGN membawa angin segar, khususnya dalam hal pengawasan keuangan dan tata kelola program. Sebelum bergeser ke BGN, Agustina dikenal sebagai "Srikandi" di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP sejak dilantik pada 19 Februari 2025.

Alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 1992 (D3) dan 1998 (D4) ini memiliki rekam jejak mentereng di bidang investigasi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Investigasi BUMN dan BUMD (2017) serta Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020). Guna memperkuat keilmuannya, peraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia (2014) ini mengantongi belasan sertifikasi keahlian bergengsi, di antaranya:

Certified Fraud Examiner (CFE)

Certified Forensic Auditor (CFrA)

Chartered Accountant (CA)

Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE)

Fraud Risk Management Professional (FRMP)

 

Kehadiran Agustina di BGN diproyeksikan mampu memastikan proyek pengadaan dan distribusi gizi nasional berjalan transparan dan bebas dari celah penyimpangan.

 

Mayjen TNI Trenggono
Mayjen TNI Trenggono

 

Mayjen TNI Trenggono: Jenderal Berdarah Kopassus Pengawal Program Ketahanan Pangan

Jabatan Baru: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional

Untuk melengkapi formasi manajemen, Presiden Prabowo menunjuk perwira tinggi TNI Angkatan Datat, Mayjen TNI Trenggono. Pria kelahiran 21 November 1969 ini merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri baret merah (Kopassus).

Di luar karier militernya yang cemerlang—termasuk menjabat Direktur Umum Akmil (2023-2024), Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad (2024-2025), serta Staf Khusus Panglima TNI (2025)—Trenggono memiliki kedekatan kuat dengan program ketahanan pangan nasional.

Ia tercatat aktif menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara dan intens mengawal program strategis seperti Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Latar belakang militer dan pengalamannya di sektor logistik pangan dinilai menjadi modal kuat untuk mengekselerasi distribusi program gizi hingga ke pelosok daerah, termasuk ke wilayah Kalimantan Timur.

Berdasarkan keterangan Mensesneg Prasetyo Hadi, pergantian ini murni didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi kinerja yang berkala demi memperkuat fondasi BGN ke depan. Istana pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi pejabat lama yang telah merintis berdirinya lembaga ini.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Trenggono #Agustina Arumsari #nanik s deyang #BGN