KALTIMPOST.ID, SUKABUMI – Misteri hilangnya seorang warga Kabupaten Cianjur akhirnya terungkap setelah pria tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat.
Pria bernama Ayi Solehudin (50) ditemukan warga saat berada di area hutan dekat jalur pendakian yang tidak resmi. Saat ditemukan, kondisinya sangat lemah, kurus, dan sulit diajak berkomunikasi.
Baca Juga: Fakta Baru OTT KPK di Imigrasi: Silmy Karim Akhirnya Muncul, Emas, Valas, dan 33 Kendaraan Disita
Warga yang pertama kali menemukan korban awalnya sedang melakukan pengecekan saluran air di kawasan pegunungan. Mereka kemudian melihat seorang pria duduk di antara bebatuan sungai dengan kondisi tubuh yang tampak tidak terurus.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, korban terlihat mengenakan pakaian sederhana dan hanya mampu menerima makanan yang diberikan warga. Kondisinya disebut sangat kelelahan setelah diduga cukup lama bertahan hidup di kawasan hutan.
Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB), Muh Irfan Maulana, mengatakan korban menunjukkan tanda-tanda kebingungan saat pertama kali ditemukan. Setiap pertanyaan yang diajukan membutuhkan waktu cukup lama untuk dijawab.
Karena tidak mampu berjalan, proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan tandu darurat yang dirakit dari batang kayu dan kain sarung. Tim penyelamat harus melewati medan terjal dan membuka jalur baru di beberapa titik untuk membawa korban turun dari gunung.
Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke kantor Kecamatan Cicurug untuk proses identifikasi. Petugas kemudian melakukan pencocokan data biometrik berupa sidik jari dan retina mata.
Hasil identifikasi mengungkap bahwa pria tersebut merupakan warga Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Rumah Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah KPK, Tiga Mobil Penyidik Keluar Tengah Malam
Pihak keluarga yang dihubungi petugas mengaku terkejut. Mereka menyebut Ayi telah menghilang selama sekitar tiga hingga empat tahun dan selama itu berbagai upaya pencarian telah dilakukan tanpa hasil.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri tanda tanya panjang keluarga yang selama bertahun-tahun tidak mengetahui keberadaan korban. Hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana Ayi bisa berada di kawasan Gunung Salak dalam kurun waktu yang begitu lama.
Editor : Uways Alqadrie