Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rupiah Tertekan, Dolar AS Melesat Rp 18.000, Ini Respons BI

Hernawati • Kamis, 4 Juni 2026 | 08:42 WIB
Mata uang dolar AS.
Mata uang dolar AS.

KALTIMPOST.ID, Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah semakin mengalami tekanan hebat hingga kini menembus Rp 18.000.

Dari data perdagangan yang ditampilkan Google Finance pada Kamis pagi (4/6/2026), 1 dolar AS tercatat setara Rp 18.012.

Secara harian Dolar AS bergerak dalam rentang Rp 17.937 hingga Rp 18.024.

Adapun dari data Bloomberg, nilai tukar dolar menguat hingga 0,71 persen secara harian dan terakhir berada di level Rp 17.966.

Atas hal ini, Bank Indonesia (BI) sudah buka suara terkait nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebut, pihaknya akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik.

Selain itu, hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal.

“BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan,” ucap Denny.

Mulai 2 Juni 2026, BI telah memberlakukan ketentuan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$ 25.000 per pelaku per bulan.

BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.

Editor : Hernawati
#rupiah #bi #bank indonesia #dolar as