Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ingat Pesan Ayah, Alasan Prabowo Tegas 'Sikat' Tiga Pimpinan Badan Gizi yang Terjerat Hukum

Ari Arief • Kamis, 4 Juni 2026 | 15:56 WIB
TINJAU DAPUR: Presiden Prabowo Subianto saat meninjau  dapur MBG atau SPPG di Palmerah, Jakarta, Selasa awal Juni lalu. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
TINJAU DAPUR: Presiden Prabowo Subianto saat meninjau dapur MBG atau SPPG di Palmerah, Jakarta, Selasa awal Juni lalu. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

 

KALTIMPOST.ID,BOGOR–Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengungkapkan rasa sedihnya setelah terpaksa mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan anggaran dalam program di lembaga tersebut.

Rasa gundah itu disampaikan langsung oleh Presiden saat menghadiri acara 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' di SICC Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Prabowo mengakui bahwa keputusan tersebut sangat berat karena para pejabat yang dicopot merupakan orang-orang yang disayangi dan dipercayainya untuk mengemban tugas negara yang krusial.

Baca Juga: Aturan Masa Berlaku SIM Digugat ke MK, Jutaan Pengendara di Kaltim Berpotensi Terdampak

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa keputusannya didasari oleh pesan mendalam dari almarhum ayahnya, Profesor Soemitro Djojohadikusumo. Sang ayah pernah berpesan agar dirinya selalu memilih berpihak kepada rakyat ketika berada dalam situasi bingung atau ragu-ragu. 

Menurut Presiden, faktor kepemimpinan sangat krusial karena pemimpin yang tidak jujur atau tidak kompeten akan merusak jalannya organisasi. Langkah pembersihan ini sengaja dilakukan agar program strategis di BGN, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat tetap berjalan dengan baik tanpa hambatan.

Baca Juga: Viral! Jadi Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis, Sony Sonjaya Sindir Kepala BGN Baru Lewat Instagram

Adapun tiga pimpinan yang dicopot oleh Presiden adalah Dadan Hindayana selaku Kepala BGN, serta dua Wakil Kepala BGN yaitu Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya. Sebagai gantinya, Prabowo resmi mengangkat Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN untuk naik menjadi Kepala BGN yang baru. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Presiden Prabowo sendiri enggan berkomentar lebih jauh mengenai detail perkara penyelewengan tersebut, demi menghormati dan tidak mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Saat ini, ketiga mantan pimpinan BGN tersebut memang tengah menghadapi penyelidikan intensif di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Baca Juga: Dugaan Skandal Jual-Beli Titik Layanan Gizi, Tiga Mantan Pimpinan BGN Resmi Ditahan Kejagung

Pada hari yang sama, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, membeberkan bahwa ada indikasi kuat penyelewengan dalam penunjukan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Kejagung menemukan sejumlah yayasan yang ditunjuk sebagai mitra ternyata terafiliasi secara tidak langsung—melalui perantara pihak lain—dengan Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung. Padahal, yayasan-yayasan tersebut dinilai tidak memenuhi persyaratan resmi, namun berhasil meraup insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya. Kasus ini pun kini tengah menjadi sorotan luas, termasuk bagi publik di Kalimantan Timur yang terus mengawal akuntabilitas program nasional tersebut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#dicopot #prabowo subianto #Mbg