KALTIMPOST.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara menanggapi rumor yang menyebut dirinya akan mundur dari Kabinet Merah Putih. Kabar tersebut sempat beredar luas di kalangan wartawan dan memicu spekulasi mengenai posisi strategis di sektor ekonomi nasional.
Menanggapi isu tersebut, Purbaya dengan tegas membantah kabar pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Keuangan.
“Tidak,” kata Purbaya melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
Tak hanya soal pengunduran diri, Purbaya juga membantah rumor lain yang menyebut dirinya akan dipindahkan menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS.
“Tidak benar,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Alasan Motor Listrik Rp1 Triliun BGN Tak Disita Meski Diduga Markup
Spekulasi mengenai posisi Purbaya mencuat seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional, terutama setelah pelemahan rupiah yang menjadi sorotan pelaku pasar dan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.
Purbaya sendiri baru menjabat Menteri Keuangan selama sekitar 10 bulan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati melalui Keputusan Presiden Nomor 86 Tahun 2025.
Saat pertama kali ditunjuk, banyak pihak meragukan kemampuannya mengisi kursi yang sebelumnya ditempati Sri Mulyani selama beberapa periode pemerintahan.
Baca Juga: Awas Bahaya Gigitan Kucing Liar, Warga Jembrana Tewas Terinfeksi Rabies Usai Digigit di Rumah
Namun dalam waktu relatif singkat, Purbaya berhasil menarik perhatian publik dengan gaya komunikasi yang berbeda dibanding pendahulunya.
Pernyataannya yang lugas, spontan, dan kerap dianggap ceplas-ceplos membuat namanya menjadi salah satu menteri yang paling sering diperbincangkan di Kabinet Merah Putih.
Dalam beberapa kesempatan, Purbaya mengaku gaya komunikasinya tersebut merupakan bagian dari pendekatan yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia bahkan pernah menyebut dirinya hanyalah “versi yang lebih halus” dari Presiden dalam menyampaikan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah kepada publik.
Meski menyadari gaya komunikasinya menuai pro dan kontra, Purbaya menegaskan tidak memiliki rencana mengubah pendekatan tersebut selama masih mendapat kepercayaan dari Presiden.
Dengan bantahan langsung dari Purbaya, spekulasi mengenai pengunduran dirinya maupun isu perpindahan ke Bank Indonesia untuk sementara dapat ditepis. Pemerintah pun memastikan koordinasi kebijakan fiskal tetap berjalan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika nilai tukar rupiah.(*)
Editor : Thomas Priyandoko