KALTIMPOST.ID, SRAGEN – Tragedi memilukan terjadi di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun bernama Bilqis Rajiansyah Lestari ditemukan tewas di dalam rumahnya diduga menjadi korban perampokan yang berujung pembunuhan.
Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi Sri Lestari, sepulang bekerja dari sebuah pabrik pada Jumat (5/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat tiba di rumah, Dewi merasa ada yang tidak biasa karena rumah dalam keadaan tertutup rapat dan gembok tidak terkunci sempurna.
Baca Juga: Obral Barang Koruptor! KPK Lelang iPhone 11 Pro Rp 231 Ribu dan Truk Murah
Ia kemudian masuk sambil memanggil putrinya yang saat itu berada sendirian di rumah. Namun tidak ada jawaban. Dewi mendapati Bilqis terbaring di tempat tidur dengan tubuh sebagian tertutup selimut.
Ketika selimut dibuka, Dewi terkejut melihat bercak darah di kaki korban yang juga mengotori sprei dan selimut. Setelah memeriksa lebih dekat, ia menemukan luka serius pada wajah dan bagian tubuh lainnya.
Kondisi tersebut membuat Dewi histeris dan berlari keluar rumah meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang kemudian membantu dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, membenarkan bahwa korban ditemukan pertama kali oleh ibunya sendiri setelah pulang bekerja. Menurutnya, suasana di lingkungan sekitar langsung gempar setelah terdengar teriakan dari rumah korban.
Sementara itu, polisi masih terus memburu pelaku. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan tim gabungan tengah mengumpulkan berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian belum mengungkap identitas maupun motif pelaku karena proses penyidikan masih berjalan. Sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara telah diamankan untuk membantu pengungkapan kasus tersebut.
Baca Juga: Lampu Ikonik Jembatan Achmad Amins Padam, Kabel Dicuri Berulang Kali
Merasakan Firasat yang Sulit Dijelaskan
Duka mendalam masih menyelimuti Dewi Sri Lestari (34), ibu dari Bilqis, bocah 11 tahun yang tewas mengenaskan di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Sebelum tragedi itu terjadi, Dewi mengaku sempat merasakan firasat yang sulit dijelaskan.
Menurutnya, pada malam sebelum putrinya ditemukan meninggal dunia, ia merasakan kegelisahan yang tidak biasa. Perasaan itu membuatnya sulit beristirahat meski sudah mencoba memejamkan mata di tempat tidur.
"Malamnya aku firasat, kok badan aku tidur di kasur kayak gini, tidak enak, gelisah," katanya.
Rasa tidak nyaman tersebut bahkan sempat membuatnya berpindah tempat tidur. Namun upaya itu tidak menghilangkan kegelisahan yang terus dirasakan hingga menjelang pagi. Bilqis yang melihat kondisi ibunya saat itu juga sempat menanyakan penyebab kegelisahan tersebut.
Tak hanya sulit tidur, Dewi mengaku sempat kehilangan semangat untuk berangkat bekerja ke pabrik seperti biasanya. Jika pada hari-hari normal ia berangkat sejak subuh, kali ini ia justru menunda keberangkatan karena perasaan malas yang datang tanpa sebab jelas.
"Kerja aku males, berangkatnya jadi agak kesiangan. Agak entar-entar," tuturnya.
Perasaan yang semula dianggap biasa ternyata berujung pada kenyataan pahit. Sepulang bekerja sekitar pukul 16.00 WIB, Dewi mendapati putri semata wayangnya sudah tidak bernyawa di dalam rumah. Saat ditemukan, Bilqis masih mengenakan seragam sekolah dan berada di atas tempat tidur dengan tubuh tertutup selimut.
Baca Juga: Siapa Cut Salwa? Link Video Panasnya Banyak Diburu di TikTok dan X, Warganet Diingatkan Ini
Korban diketahui sering berada seorang diri di rumah ketika kedua orang tuanya bekerja. Meski demikian, Dewi menyebut putrinya merupakan anak yang mudah bergaul dan tidak memiliki masalah dengan lingkungan sekitar maupun teman-teman sekolahnya.
"Anaknya ceria," ucapnya.
Editor : Uways Alqadrie