Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ini Rekam Jejak Said Iqbal, Tokoh Buruh yang Hari Ini Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden

Hernawati • Senin, 8 Juni 2026 | 17:06 WIB
Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh.
Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh.

KALTIMPOST.ID, Said Iqbal, salah satu pemimpin gerakan buruh paling vokal di Indonesia kini memasuki babak baru.

Pria yang merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6) sebagai penasihat khusus presiden bidang ketenagakerjaan.

Baca Juga: Dilantik Prabowo, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden

Lantas bagaimana rekam jejaknya? 

Aktivis Buruh yang Memulai Karier dari Lantai Pabrik

Said Iqbal kelahiran Jakarta pada 5 Juli 1968. Walaupun lahir di ibu kota, ia memiliki akar keluarga dari Aceh.

Ayahnya berasal dari Pidie sedangkan ibunya berasal dari Meulaboh, Aceh Barat.

Sejak muda, Said dikenal sebagai pelajar berprestasi. Ia menyelesaikan pendidikan di SMAN 51 Jakarta pada 1987 dan tercatat sebagai juara umum sekolah.

Usai lulus SMA, Said melanjutkan pendidikan D3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia yang kini menjadi Politeknik Negeri Jakarta.

Pendidikan sarjana ditempuh di Universitas Jayabaya pada jurusan Teknik Mesin sebelum akhirnya meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia pada periode 2003–2005.

Perjalanan aktivismenya dimulai pada 1992 ketika bekerja di sebuah perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi.

Saat itu ia aktif di serikat pekerja perusahaan dan dipercaya menjadi pimpinan serikat pekerja.

Momentum reformasi kemudian membuka ruang kebebasan berserikat. Bersama sejumlah tokoh buruh lainnya, Said mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi buruh terbesar di Indonesia.

Jadi Wajah Perjuangan Buruh Nasional

Karier organisasi Said terus menanjak. Pada periode 1999-2006, Said menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FSPMI.

Kemudian ia pun dipercaya menjadi Presiden FSPMI dan memimpin berbagai gerakan perjuangan buruh di tingkat nasional.

Namanya semakin dikenal saat memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), organisasi yang menaungi berbagai federasi serikat pekerja dari beragam sektor industri.

Di bawah kepemimpinannya, isu buruh tidak hanya berkutat pada upah minimum, tetapi juga menyentuh jaminan sosial, perlindungan tenaga kerja, pengangkatan tenaga honorer, hingga reformasi sistem ketenagakerjaan nasional.

Said juga tercatat sebagai anggota Dewan Pengupahan Nasional sejak 2004 dan anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional yang mempertemukan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Tak hanya aktif di tingkat nasional, ia juga memiliki peran di forum internasional.

Di antaranya sebagai Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC), serta anggota Central Committee World Metalworkers Federation.

Dapat Penghargaan Tokoh Buruh Terbaik Dunia

Salah satu pencapaian terbesar Said terjadi pada 2013 ketika menerima penghargaan internasional The Febe Elizabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV.

Penghargaan tersebut diberikan kepada aktivis buruh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di negaranya.

Kala itu, ia berhasil menyisihkan sekitar 200 kandidat dari berbagai negara dan dinobatkan sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia.

Penghargaan tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Editor : Hernawati
#tokoh buruh #rekam jejak said iqbal #said iqbal #prabowo subianto