KALTIMPOST.ID, SOLO – Pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta tahun ini dipastikan berlangsung dalam situasi yang berbeda.
Dua kelompok yang selama ini terlibat dalam dualisme kepemimpinan Keraton Solo berencana menggelar kirab pada hari dan waktu yang sama, yakni Selasa (16/6) malam.
Kubu Pakubuwono (PB) XIV Purbaya melalui Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbay, menegaskan bahwa seluruh agenda adat yang dilaksanakan di lingkungan Keraton Surakarta tetap berpedoman pada dhawuh dalem atau titah raja.
Baca Juga: Pesawat Haji Kloter 30 Jatim Mendarat Darurat di Oman, 380 Jemaah Sempat Tertahan
Menurutnya, penyelenggaraan Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari tradisi resmi keraton yang dilaksanakan sesuai aturan dan tata adat yang berlaku.
Meski demikian, GKR Timoer menyatakan pihaknya tidak melarang kubu lain apabila ingin menggelar kegiatan serupa. Ia mempersilakan pelaksanaan kirab dilakukan sepanjang tetap menghormati nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan Keraton Surakarta.
Namun, ia mengingatkan adanya potensi pertemuan kedua rombongan selama prosesi berlangsung. Pasalnya, rute kirab yang digunakan, lokasi keluarnya pusaka, hingga kebo bule yang menjadi cucuk lampah berada pada jalur yang sama.
Karena itu, GKR Timoer berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu gesekan.
“Kirab ini merupakan upacara adat yang sakral. Semua pihak seharusnya menghormati jalannya prosesi tersebut,” ujarnya.
Ia menilai apabila terjadi benturan atau konflik saat pelaksanaan kirab, hal itu justru menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap tradisi dan budaya Keraton Solo.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, pihak Keraton Solo telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solo.
Pembahasan terkait pengamanan dan teknis pelaksanaan kirab telah dilakukan dalam rapat sebelumnya dan akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Dua ABG Manado Diduga Jadi Korban TPPO, Hendak Dikirim ke THM di Sofifi
Sebelumnya, kubu KGPH Panembahan Agung Tedjowulan melalui juru bicaranya, Kanjeng Pakoenegoro, juga memastikan akan menggelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro pada tanggal yang sama.
Kondisi tersebut membuat perayaan tradisi tahunan Keraton Solo tahun ini menjadi sorotan publik karena berlangsung di tengah belum tuntasnya dualisme internal keraton.
Editor : Uways Alqadrie