KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Aksi kriminalitas dengan modus perdukunan kembali memakan korban. Seorang pria nekat menggasak habis perhiasan emas milik seorang warga di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku melancarkan aksinya dengan dalih bisa menggelar ritual supranatural untuk membuka aura korban.
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengungkapkan bahwa untuk memikat korbannya, pelaku berlagak seperti orang pintar yang memiliki keahlian khusus.
Baca Juga: Pertamina Naikkan Harga Pertamax Diam-Diam, Komisi VI DPR Meradang
“Pelaku pura-pura menjadi orang pintar, seolah-olah bisa membukakan aura untuk korban,” ujar Rihold kepada wartawan, Rabu (10/6).
Rihold menjelaskan, sebagai syarat utama prosesi ritual, pelaku meminta korban untuk menanggalkan seluruh perhiasan emas yang tengah melekat di tubuhnya. Guna meyakinkan korban agar tidak menaruh curiga, pelaku sempat memegang dan mengusap-usap perhiasan tersebut layaknya sedang memberikan mantra.
Baca Juga: Demam Oranye Landa Belanda, Satu Ruas Jalan di Den Haag Disulap Total Jelang Kick-off Piala Dunia
“Kemudian perhiasan emas dicopot satu per satu sambil seolah-olah diusap-usap oleh pelaku,” jelas Rihold.
Setelah seluruh emas terlepas, pelaku menginstruksikan korban untuk menaruh barang berharga tersebut ke dalam sebuah mangkok. Mangkok berisi emas itu kemudian diletakkan di dalam ruangan yang menjadi tempat berlangsungnya ritual.
Baca Juga: Picu Kecaman Global, Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS
Aksi pencurian baru dilancarkan saat pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Pelaku meminta korban untuk mandi ke kamar mandi sebagai bagian dari syarat ritual selanjutnya. Begitu situasi dirasa aman dan korban tengah mandi, pelaku langsung mengambil langkah seribu.
“Pada saat korban mandi dan tidak ada orang di ruangan, pelaku langsung mencuri emas yang ada di dalam mangkok kemudian melarikan diri,” ungkap kapolsek.
Baca Juga: Penajam Deteksi 50 Suspek TBC, Polres PPU Perkuat Sinergi Eliminasi Penyakit, Kenali Gejalanya
Malangnya, korban baru menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan setelah selesai membersihkan diri. Ia terkejut mendapati mangkoknya sudah kosong dan sang dukun gadungan telah raib dari rumahnya.
Saat ini, kasus dugaan penipuan dan pencurian tersebut sedang dalam penanganan intensif oleh aparat penegak hukum setempat. Polisi tengah mengumpulkan bukti dan melacak keberadaan pelaku. "Kasus ini masih dalam penyelidikan kami," tandas Rihold.(*)
Editor : Thomas Priyandoko