KALTIMPOST.ID, Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik publik yang menyebut dirinya sering berkunjung ke luar negeri.
Kata Prabowo, kritik akan selalu ada saat dirinya sering atau jarang melakukan lawatan.
Ia pun mencontohkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang juga dikritik publik karena jarang melakukan kunjungan luar negeri.
Baca Juga: Haji Bolot Masuk Rumah Sakit, Terkapar Lemas Pakai Selang Oksigen, Sakit Apa?
“Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi jarang ke luar negeri disalahkan ya kan. ‘Jokowi nggak pernah ke luar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri’,” ucap Prabowo.
Kini, pandangan serupa dialamatkan kepada Prabowo yang sering lawatan.
“Saya sering ke luar negeri, ‘Prabowo sering ke luar negeri. Aneh, sebenarnya tidak ada masalah gitu. Benar nggak?” lanjutnya.
Baca Juga: Beckham Putra Dibully hingga Diacungi Jari Tengah oleh Oknum Suporter Usai Bela Timnas di GBK
Ia lantas menjelaskan mengapa ia melakukan perjalanan ke luar negeri dengan frekuensi yang terhitung sering.
“Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa,” ujarnya.
Meski begitu, Prabowo menjelaskan Indonesia beruntung karena mendapatkan warisan dari para pendiri bangsa mengenai sikap politik luar negeri Indonesia.
Dia menegaskan sikap politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned, politik non-blok. Artinya, kata Prabowo, Indonesia bersahabat dengan semua negara, bersahabat dengan semua kekuatan.
Dia menegaskan bahwa Indonesia tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun.
"Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo pun mengatakan hubungan baik ia jalin dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi nggak ada masalah,” katanya.
“Saudara-saudara noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu,” tandasnya.
Editor : Hernawati