KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di Istana Merdeka, Kamis (11/6). Dalam pertemuan tersebut, JK datang bersama putranya, Solihin Kalla, yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Kalla Group.
Rombongan JK tiba di kompleks Istana Merdeka sekitar pukul 14.30 WIB dan disambut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelum dipersilakan bertemu Presiden.
Teddy menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan permintaan langsung dari JK yang telah disampaikan beberapa hari sebelumnya kepada Presiden Prabowo. Menurutnya, sejak awal JK memang menyampaikan akan hadir bersama Solihin Kalla.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo terus membuka ruang dialog dengan berbagai tokoh bangsa maupun kalangan dunia usaha. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus membangun kolaborasi dalam mendukung program pembangunan nasional.
Usai pertemuan, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa pembicaraan berlangsung cukup lama dan dihadiri pula oleh Menteri Sekretaris Negara serta Sekretaris Kabinet.
Menurut JK, salah satu topik utama yang dibahas adalah upaya mempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Ia menilai penguatan sektor energi menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam menghadapi tantangan global.
Selain membahas energi, diskusi juga menyinggung perkembangan situasi internasional, termasuk berbagai konflik yang masih berlangsung di sejumlah negara. Menurut JK, stabilitas kawasan dan perdamaian dunia turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan keamanan global.
Ia berharap Indonesia mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus terus berkontribusi dalam mendorong terciptanya perdamaian di tingkat internasional melalui jalur diplomasi dan kerja sama dengan berbagai negara.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah dengan tokoh nasional dan pelaku usaha untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis yang tengah dihadapi Indonesia maupun dunia.
Editor : Uways Alqadrie