Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Apel hingga Wortel Disebut Punya Kandungan Mikroplastik Tinggi, Ini Penjelasannya

Ilmidza • Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB
Ilustrasi buah yang mengandung mikro plastik.
Ilustrasi buah yang mengandung mikro plastik.

KALTIMPOST.ID, Temuan terbaru mengungkap bahwa sejumlah sayuran dan buah-buahan yang sering dikonsumsi masyarakat ternyata berpotensi mengandung mikroplastik dalam jumlah cukup tinggi. Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke lingkungan, tanah, air, hingga rantai makanan manusia.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tanaman dapat menyerap partikel mikroplastik melalui akar dari tanah yang telah terkontaminasi. Partikel tersebut kemudian berpindah ke berbagai bagian tanaman, termasuk bagian yang dikonsumsi manusia.

"Mikroplastik dapat masuk ke jaringan tanaman melalui sistem perakaran dan terakumulasi pada bagian tertentu yang kemudian dikonsumsi manusia," demikian hasil penelitian yang dikutip dalam laporan tersebut.

Berdasarkan sejumlah studi internasional, beberapa jenis buah dan sayuran tercatat memiliki konsentrasi mikroplastik yang relatif tinggi. Buah-buahan seperti apel dan pir menjadi salah satu yang paling banyak ditemukan mengandung partikel plastik mikroskopis. Sementara pada kelompok sayuran, wortel, selada, dan brokoli termasuk yang dilaporkan memiliki tingkat kontaminasi cukup tinggi.

Para peneliti menjelaskan bahwa kontaminasi dapat terjadi akibat penggunaan plastik dalam kegiatan pertanian, pencemaran tanah, air irigasi, hingga proses distribusi dan pengemasan produk pangan.

"Kontaminasi mikroplastik tidak hanya berasal dari lingkungan, tetapi juga dapat terjadi selama proses pascapanen dan distribusi produk pangan."

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menghentikan konsumsi buah dan sayuran. Kedua kelompok pangan tersebut tetap menjadi sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting bagi kesehatan tubuh.

Sebaliknya, masyarakat disarankan untuk menerapkan langkah-langkah sederhana guna mengurangi paparan mikroplastik, seperti mencuci buah dan sayur secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memilih produk pangan dari sumber yang menerapkan praktik pertanian yang baik.

Hingga saat ini, para ilmuwan masih terus meneliti dampak jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi gangguan pada sistem pencernaan, metabolisme, hingga respons imun, namun bukti ilmiah yang lebih kuat masih terus dikembangkan.

Karena itu, pengurangan pencemaran plastik di lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko kontaminasi mikroplastik pada rantai makanan di masa mendatang.

Editor : Ilmidza
#buah-buahan #mikro plastik