Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dituduh Jadi ‘Cepu’ Kasus Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang: Saya Kaya dari Lahir!

Dwi Puspitarini • Senin, 15 Juni 2026 | 08:01 WIB
Naniek S Deyang, kepala BGN.
Nanik S Deyang, kepala BGN.

KALTIMPOST.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, secara tegas membantah tudingan netizen yang menyebut dirinya terlibat dalam konspirasi anggaran atau bertindak sebagai informan ('cepu') yang menjerumuskan eks pejabat BGN.

Jawaban utama dari klarifikasi ini adalah Nanik menyatakan sama sekali tidak memiliki motif ekonomi untuk melakukan korupsi karena latar belakang keluarganya yang berkecukupan, serta menegaskan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam urusan operasional teknis lembaga tersebut.

Mantan jurnalis senior ini menyampaikan bantahannya demi membersihkan nama baik setelah terseret dalam daftar 26 orang yang diduga tersangkut tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu ini berkembang setelah mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, dan Dadan Hindayana Cs ikut diperiksa oleh pihak Kejaksaan Agung terkait dugaan manipulasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Bantahan Motif Ekonomi dan Pembagian Tugas di BGN

Dalam wawancara di kanal YouTube Total Politik yang dikutip pada Minggu (14/6/2026), Nanik S. Deyang memberikan tanggapan santai namun menohok mengenai tuduhan keterlibatannya. Wanita kelahiran Madiun ini menegaskan loyalitasnya kepada Presiden Prabowo Subianto serta latar belakang finansialnya yang sudah mapan sejak kecil.

"Kalau diajak (korupsi) gua pasti kagak mau. Gue 14 tahun ikut Prabowo bro, nggak punya uang gua minta aja sama beliau. Udah gitu gue dari lahir kaya, gua nggak miskin-miskin amat, pokoknya gua kaya aja," seloroh Nanik dalam wawancara di kanal YouTube Total Politik, dilansir dari fajarsumsel, Senin (15/6/2026).

Selain menolak tuduhan korupsi, Nanik menjelaskan bahwa posisinya di kelembagaan tidak menyentuh urusan operasional proyek penunjang gizi. Hal-hal teknis seperti penentuan koordinat dapur umum atau Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) sepenuhnya menjadi wewenang pejabat lain, bukan dirinya.

“Gua nggak ngerti kalau urusan titik itu, titik mereka, gua nggak bagian itu, titik-titik itu. Itu kan operasional Pak Sony, ngeklik titik-titik dapur itu gua nggak ngerti,” sambungnya dalam sumber kutipan yang sama.

Logika di Balik Tudingan 'Cepu' dan Isu Pertemuan Instan

Tudingan bahwa Nanik bertindak sebagai informan kejaksaan awalnya dipicu oleh surat ucapan terima kasih dari Sony Sanjaya yang viral di media sosial. Surat yang dianggap ambigu tersebut memunculkan spekulasi liar di kalangan publik. Namun, Nanik mematahkan asumsi tersebut dengan logika sederhana bahwa kasus ini sudah menjadi konsumsi publik sebelum diperiksa aparat hukum.

"Sekarang gini ya, kalau pengadaan barang itu meledak (viral) lebih dulu di medsos, gimana mau cepu? Kalau cepu kan sesuatu yang belum diketahui orang," tegas Nanik.

"Nah apa yang diperiksa di Kejaksaan itu kan sudah ramai di medsos, sebelum gue cepu juga udah viral duluan. Emang gue punya buzzer untuk itu? Mending ngasih makan anak yatim," lanjutnya.

Di akhir klarifikasinya, Nanik juga menepis kabar burung yang menyebut dirinya sengaja menggelar pertemuan rahasia dengan Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan jajaran Dadan Hindayana Cs. Ia menantang publik untuk memeriksa langsung catatan administrasi kepresidenan melalui ajudan presiden guna membuktikan rumor tersebut keliru.

"Jadi gue kalau dibilang cepu, coba lo tanya Mas Teddy (Mayor Teddy) sama sekretarisnya Bapak. Sejak gue diangkat menjadi wakil (saat itu) itu gue belum pernah ketemu lagi sama Pak Prabowo," pungkas Nanik menutup wawancara tersebut.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung dikabarkan masih terus merampungkan perhitungan kerugian negara terkait dugaan manipulasi di tubuh Badan Gizi Nasional.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Korupsi BGN #Dituduh Jadi Cepu Kasus Badan Gizi Nasional #nanik s deyang #badan gizi nasional #Makan Bergizi Gratis