KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Gelombang demonstrasi mahasiswa di Ibu Kota kembali berlanjut, Senin (15/6). Kali ini aksi digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) dengan membawa enam tuntutan kepada pemerintah.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat. Massa mahasiswa terlebih dahulu berkumpul di area Patung Bung Karno sebelum bergerak menuju lokasi unjuk rasa.
Informasi aksi disampaikan melalui akun media sosial BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBK. Dalam seruan aksi, mahasiswa mengenakan pakaian hitam dipadukan almamater kampus sebagai simbol perlawanan terhadap kondisi nasional yang dinilai semakin memprihatinkan.
Baca Juga: AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Merosot Lebih dari 4 Persen
Mahasiswa menyoroti berbagai persoalan mulai dari tekanan ekonomi masyarakat, penegakan hukum, hingga kondisi demokrasi di Indonesia. Mereka menilai situasi saat ini membutuhkan sikap kritis dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil.
Aksi lanjutan ini diperkirakan kembali memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas protokol Jakarta Pusat. Aparat kepolisian juga telah menyiapkan pengamanan di sejumlah titik untuk mengantisipasi lonjakan massa demonstran.
Sebelumnya, rangkaian aksi mahasiswa juga berlangsung di kawasan Bundaran HI dan beberapa titik strategis lainnya di Jakarta dalam beberapa hari terakhir.
Enam Tuntutan Mahasiswa:
Menolak kenaikan harga kebutuhan pokok dan menuntut pemerintah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Mendesak pemerintah menurunkan harga BBM serta tarif listrik yang dinilai membebani rakyat kecil.
Baca Juga: Yasin Ayari Cetak Gol Emosional di Piala Dunia 2026, Bobol Gawang Negara Kelahiran Sang Ayah
Menuntut penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari intervensi politik.
Menolak pelemahan demokrasi serta meminta kebebasan berpendapat dan hak sipil tetap dijamin negara.
Mendesak pemerintah memberantas korupsi secara menyeluruh tanpa tebang pilih terhadap pejabat negara.
Meminta pemerintah membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat terkait kebijakan nasional yang dinilai merugikan ra
Editor : Uways Alqadrie