KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite dan LPG 3 kilogram belum akan mengalami kenaikan di tengah gejolak harga minyak dunia.
Kepastian itu disampaikan Menteri Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6).
Bahlil menegaskan subsidi energi dari pemerintah tetap dipertahankan agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di pasar.
Baca Juga: BGN Evaluasi Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp 6 Juta per Hari untuk Semua SPPG
Menurutnya, harga Pertalite masih dipatok di angka Rp10 ribu per liter, sementara LPG 3 kilogram tetap berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp24 ribu, tergantung wilayah distribusi.
“Kami sepakat untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi maupun LPG bersubsidi meskipun harga minyak dunia bergerak fluktuatif,” ujar Bahlil di hadapan anggota dewan.
Ia menjelaskan kondisi geopolitik global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, membuat harga minyak dunia bergerak sangat dinamis. Meski demikian, pemerintah masih terus menghitung dampaknya terhadap anggaran subsidi energi nasional.
Menurut Bahlil, pemerintah berharap situasi politik internasional segera mereda agar pasar energi kembali stabil. Sebab, perubahan harga minyak mentah dunia dapat mempengaruhi beban subsidi dalam APBN jika terus mengalami kenaikan.
Baca Juga: Isi 14 Poin Perdamaian Iran-AS: Dana Rekonstruksi Rp5.316 Triliun Disiapkan Negara Arab
Di sisi lain, keputusan mempertahankan harga Pertalite dan LPG 3 kilogram dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang masih sangat bergantung pada energi subsidi.
Sebelumnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax sempat memicu kekhawatiran akan adanya penyesuaian harga BBM subsidi. Namun pemerintah memastikan kebijakan
Editor : Uways Alqadrie