Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sinyal Damai AS dan Iran Bikin Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Harga BBM Ikut Turun?

Dwi Puspitarini • Selasa, 16 Juni 2026 | 05:48 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU. PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi per 4 Mei 2026, di mana harga Pertamax Turbo dan Dexlite terpantau melonjak. (Dok.KP)
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU. (Dok.KP)

KALTIMPOST.ID - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia berpeluang mengalami penurunan pada periode penyesuaian berikutnya seiring merosotnya harga minyak dunia. Pelemahan harga minyak terjadi setelah muncul sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai penurunan harga minyak dunia dapat memengaruhi harga Mean of Platts Singapore (MOPS) gasoline yang menjadi salah satu acuan dalam penetapan harga BBM di Indonesia.

Menurut Fabby, penurunan harga minyak berpotensi memberikan dampak langsung terhadap harga BBM nonsubsidi pada bulan mendatang. Ia mengatakan, "Dengan adanya penurunan harga minyak, maka sangat mungkin harga MOPS gasoline untuk bulan Juni turun sehingga penyesuaian harga di awal bulan depan bisa membuat harga BBM non-subsidi turun juga," ujar Fabby Tumiwa kepada CNNIndonesia.com.

Penurunan Harga Minyak Dipicu Sinyal Perdamaian AS dan Iran

Harga minyak dunia mengalami tekanan setelah Amerika Serikat dan Iran memberikan sinyal positif terkait upaya perdamaian. Kesepakatan awal yang sedang dibahas disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.

Meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah membuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi mulai berkurang. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar melakukan penyesuaian sehingga harga minyak bergerak turun.

Pengamat Energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai perkembangan tersebut menjadi kabar baik bagi pasar energi global. Menurutnya, penurunan harga minyak memang sudah mulai terlihat setelah muncul harapan tercapainya perdamaian.

"Ini good news. Mudah-mudahan bisa segera tercapai perdamaian. Pasti terjadi penurunan harga. Memang sudah terjadi penurunan harga minyak," ujar Yayan Satyakti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (16/6).

Harga BBM Berpotensi Turun, Namun Pemulihan Pasar Masih Bertahap

Meski harga minyak dunia mengalami penurunan, Yayan memperkirakan pasar belum akan kembali ke kondisi normal dalam waktu dekat. Menurutnya, harga minyak masih berpotensi bergerak pada kisaran US$80 hingga US$90 per barel sampai akhir musim panas.

Sementara memasuki awal musim dingin, harga diperkirakan berada di rentang US$75 hingga US$85 per barel. Ia menilai proses normalisasi harga kemungkinan baru terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.

"Harga normal seperti sebelum perang diprediksi tidak akan cepat, tetapi akan ada di US$90-US$80 per barrel sampai akhir musim panas. Awal musim dingin juga akan ada di US$75-US$85 per barrel. Jadi kemungkinan akan normal mudah-mudahan tahun depan," kata Yayan.

Di sisi lain, Indonesia diperkirakan tetap melanjutkan kontrak impor minyak dari kawasan Timur Tengah. Alasannya, proses pemulihan produksi minyak di wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan waktu sehingga pasokan global belum sepenuhnya kembali normal.

"Saya kira Indonesia akan tetap melanjutkan kontrak, karena minyak Timur Tengah juga masa recovery-nya tidak secepat itu. Kemungkinan tahun depan," ujarnya.

Sebelumnya, harga minyak mentah Brent tercatat turun sebesar US$3,58 atau 4,1 persen menjadi US$83,75 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$4,01 atau 4,72 persen ke level US$80,87 per barel. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak Maret dan dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Apabila tren pelemahan harga minyak berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, peluang penurunan harga BBM nonsubsidi di Indonesia pada awal bulan depan akan semakin terbuka.***

Editor : Dwi Puspitarini
#AS dan Iran #Harga BBM Ikut Turun #Harga Minyak Dunia Anjlok #harga minyak dunia #bbm nonsubsidi