Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terungkap! Mahasiswa UGM Sekeluarga Tewas saat Camping Akibat Gas Karbon Monoksida dari Bara Arang

Uways Alqadrie • Selasa, 16 Juni 2026 | 07:10 WIB
Muhammad Ali Munawar (52) bersama istri, Maghfirah (43), serta kedua anaknya, Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21). Mereka ditemukan meninggal di dalam tenda pada Rabu (27/5/2026). (FOTO: IST)
Muhammad Ali Munawar (52) bersama istri, Maghfirah (43), serta kedua anaknya, Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21). Mereka ditemukan meninggal di dalam tenda pada Rabu (27/5/2026). (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, TEMANGGUNG – Misteri kematian satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat berkemah di kawasan Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, akhirnya terungkap. 

Hasil penyelidikan menunjukkan para korban meninggal akibat menghirup gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari bara arang di dalam tenda.

Empat korban terdiri atas Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (17), serta Bagas Amar Hakiki (21), mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka ditemukan tidak bernyawa saat berkemah di lokasi wisata tersebut.

Baca Juga: Pengumuman! BGN Stop Program Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur MBG Diaudit Total

Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini menjelaskan, keluarga itu membawa tungku berbahan tanah liat untuk menghangatkan tubuh di tengah udara dingin pegunungan. Namun, dari dokumentasi yang ditemukan di telepon genggam korban, tungku tersebut juga digunakan untuk memanggang pisang di dalam tenda.

Temuan itu diperkuat hasil uji laboratorium forensik Polda Jawa Tengah. Tim melakukan simulasi dengan membakar arang di sekitar tenda untuk mengetahui kadar gas karbon monoksida yang dihasilkan.

Kasubbid Kimia Biologi Bidlabfor Polda Jateng AKBP Ibnu Sutarto mengatakan, percobaan pertama menunjukkan kadar CO di dalam tenda terus meningkat meski pembakaran dilakukan di luar dengan pintu tenda terbuka. Dalam waktu sekitar satu jam, konsentrasi gas telah mencapai lebih dari 200 ppm.

Pada simulasi berikutnya, ketika bara arang berada di dalam tenda, kadar karbon monoksida melonjak hingga sekitar 2.000 ppm dalam waktu yang sama. Angka tersebut dinilai sangat berbahaya dan cukup untuk menyebabkan keracunan fatal.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan uji laboratorium, polisi memastikan gas karbon monoksida dari pembakaran arang menjadi penyebab utama meninggalnya keempat korban.

Baca Juga: Ricuh Diskusi UGM: Wamentan Sudaryono Mengaku Dipukul, Mahasiswa Beri Penjelasan soal Aksi Kejar Pejabat

Aparat pun mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan bara arang atau alat pembakaran di dalam tenda tertutup saat berkemah karena berisiko memicu keracunan gas yang mematikan.

Editor : Uways Alqadrie
#Polres temanggung #mahasiswa UGM tewas #taman wisata alam posong Temanggung #temanggung