KALTIMPOST.ID, BANDUNG - Perempuan asal Kabupaten Bandung berinisial YTT (29) akhirnya ditemukan setelah dilaporkan hilang selama sekitar tiga tahun. Namun kondisinya memprihatinkan. Korban kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka berat yang diduga karena penganiayaan.
Keluarga korban sebelumnya sempat kehilangan kontak total dengan YTT sejak 2023 lalu. Selama itu pula, keberadaan perempuan muda tersebut tidak diketahui.
Hingga akhirnya, keluarga menerima pesan misterius dari nomor tak dikenal yang mengabarkan korban berada di instalasi gawat darurat RSHS Bandung.
Baca Juga: Update Gempa Palu Hari Ini: 71 Gempa Susulan, Sigi Alami Kerusakan Terparah
Saat didatangi, keluarga dibuat syok. Korban ditemukan dalam kondisi penuh luka di beberapa bagian tubuh. Bahkan korban dilaporkan mengalami gangguan penglihatan dan kesulitan berbicara.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi kini tengah mendalami dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang menyeret seorang pria berinisial TH.
“Korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala, wajah, kaki, serta luka lainnya di tangan,” ujar Hendra, Selasa (16/6).
Dugaan sementara, korban selama bertahun-tahun mengalami kekerasan fisik dari pelaku menggunakan tangan kosong, benda tumpul hingga senjata tajam. Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.
Pihak keluarga mengaku tidak pernah menerima kabar apa pun dari korban selama menghilang. Mereka sempat menduga korban pergi tanpa jejak, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis.
Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami kerugian materi mencapai Rp50 juta. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu seluruh fakta terkait dugaan penyekapan serta penganiayaan tersebut.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat dan diproses menggunakan dugaan pasal penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam KUHP terbaru.
Selama korban menghilang, pihak keluarga mengaku sama sekali tidak pernah menerima kabar. Mereka bahkan sempat mengira YTT sengaja memutus komunikasi dan memilih pergi.
Editor : Uways Alqadrie