Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rupiah Tertekan ke Rp 17.725 per Dolar AS, Pasar Cermati Rencana Tarif Impor Baru Trump

Ilmidza • Selasa, 16 Juni 2026 | 20:29 WIB
Ilustrasi rupiah melemah.
Ilustrasi rupiah melemah.

KALTIMPOST.ID, Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah muncul kabar mengenai rencana kebijakan tarif impor baru yang akan diterapkan Presiden AS, Donald Trump. Sentimen tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek perdagangan global dan berdampak pada pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pada perdagangan terbaru, rupiah tercatat melemah hingga menyentuh level Rp 17.725 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap aset-aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS, setelah pasar mencermati arah kebijakan perdagangan Washington.

Rencana tarif impor baru yang tengah disiapkan pemerintahan Trump disebut akan menyasar sejumlah negara mitra dagang AS, termasuk Indonesia. Kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi arus perdagangan internasional dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Analis menilai sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Selain isu tarif impor AS, pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga global, kondisi geopolitik, serta arus modal asing yang cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Stabilitas inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta langkah intervensi yang dilakukan otoritas moneter dinilai dapat membantu meredam gejolak nilai tukar dalam jangka pendek.

Pelaku pasar kini menantikan kejelasan mengenai besaran tarif yang akan diberlakukan serta negara-negara yang terdampak. Keputusan tersebut diyakini akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah pergerakan rupiah dan pasar keuangan dalam beberapa waktu ke depan.

Editor : Ilmidza
#Rupiah melemah 2026 #rupiah melemah