Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Viral Struk Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina

Dwi Puspitarini • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:46 WIB
Ilustrasi petugas SPBU saat melayani pengisian BBM subsidi Pertalite.
Ilustrasi petugas SPBU saat melayani pengisian BBM subsidi Pertalite.

 

KALTIMPOST.ID - Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan video yang memperlihatkan struk pembelian BBM subsidi Pertalite.

Uniknya, dalam struk tertanggal 11 Juni 2026 tersebut, tercantum angka Rp 18.040 per liter yang diklaim sebagai harga asli Pertalite tanpa subsidi.

Netizen pun geger karena angka tersebut jauh lebih tinggi daripada harga Pertamax non-subsidi yang saat ini dijual Rp 16.250 per liter. Menanggapi kesimpangsiuran informasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga langsung memberikan penjelasan resmi agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, membenarkan bahwa angka yang tertera pada struk viral tersebut merupakan nilai ekonomi riil dari bahan bakar tersebut. Namun, masyarakat tidak perlu panik karena selisih harganya ditanggung penuh oleh negara.

Baca Juga: Pertamina Jamin Stok Pertalite Aman dan Distribusi di SPBU Berjalan Normal

Fakta di Balik Harga Asli Pertalite

Harga asli Pertalite atau harga keekonomian Pertalite adalah nilai ekonomi riil BBM RON 90 sebesar Rp 18.040 per liter berdasarkan komponen harga pasar internasional. Namun, masyarakat tetap membeli BBM subsidi ini seharga Rp 10.000 per liter karena pemerintah menanggung beban subsidi sebesar Rp 8.040 per liter.

Kebijakan mengenai harga jual BBM subsidi sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah, bukan keputusan sepihak dari Pertamina selaku operator. Pertalite sendiri dikategorikan sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).

"Betul, ada unsur subsidinya makanya hanya dijual 10.000/liter," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun yang dilansir dari detikOto, Rabu (17/6/2026).

Roberth menjelaskan bahwa selisih Rp 8.040 per liter antara harga pasar dan harga di SPBU merupakan wujud proteksi negara. "Benar besaran (Rp) 8.000-an adalah beban subsidi yang ditanggung pemerintah," tambah dia.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Benarkah Pembelian Pertalite Kini Mulai Dibatasi Pertamina?

Kenapa Harga Pertamax Lebih Murah dari Harga Pertalite?

Banyak konsumen mempertanyakan mengapa harga Pertamax dengan RON lebih tinggi justru bertengger di angka Rp 16.250 per liter, lebih rendah dari harga asli Pertalite yang mencapai Rp 18 ribuan. Penjelasan Pertamina menyebutkan bahwa nilai jual Pertamax saat ini pun sebenarnya belum dilepas sepenuhnya ke harga pasar dunia.

"Karena harga Pertamax belum sepenuhnya sesuai mengacu pada harga keekonomian," jelas Roberth.

Menurutnya, jika dihitung murni berdasarkan pergerakan minyak mentah global, harga Pertamax dipastikan berada di atas Pertalite. Saat ini, Pertamina bersama pemerintah sengaja menahan skema penyesuaian harga demi menjaga stabilitas nasional dan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Saat ini penyesuaian kenaikan harga Pertamax masih di level sekitar 50% dari harga keekonomian, di mana dengan RON lebih tinggi dan kualitas lebih baik, harga Pertamax pasti di atas Pertalite secara keekonomian," kata dia.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Hari Ini 10 Juni 2026: Pertamax Melonjak ke Rp 16.250 per Liter, Bagaimana Nasib Pertalite dan Dexlite?

Melalui penyesuaian harga berkala, seperti yang terakhir dilakukan pada 10 Juni 2026, Pertamina memastikan beban fiskal negara dan keberlangsungan usaha tetap berada dalam kondisi yang kondusif. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau kanal resmi Pertamina dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh di media sosial. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Harga asli Pertalite #Harga keekonomian Pertalite #Harga Pertamax terbaru #pertamina #bbm subsidi