KALTIMPOST.ID, Aksi demonstrasi melibatkan massa dari elemen mahasiswa telah berlangsung beberapa hari sebelumnya.
Tidak hanya Jakarta, di sejumlah daerah lain seperti Bandung, juga dilakukan untuk menyuarakan tuntutan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai membebani masyarakat.
Tuntutan tersebut di antaranya menyuarakan protes terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, inflasi yang menekan daya beli, serta mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Aksi demonstrasi tersebut pun disoroti oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Ketum PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Di hadapan para tamu undangan yang menghadiri peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Megawati secara terang-terangan membela hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Menurutnya, dalam sistem demokrasi, mahasiswa memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk menyampaikan pendapat dan kritik kepada pemerintah.
Presiden kelima Indonesai ini mengaku memperhatikan jalannya aksi mahasiswa tersebut dan mempertanyakan mengapa demonstrasi yang dilakukan oleh kalangan akademisi justru mendapat pengawalan dari aparat keamanan yang menurutnya berlebihan.
“Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir, ini sopo toh yo?” kata Megawati.
Kata Megawati, kehadiran aparat secara berlebihan justru menimbulkan pertanyaan mengenai sikap negara terhadap warga negaranya sendiri yang ingin menyampaikan pendapat secara terbuka.
Mahasiswa, kata Megawati, merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi.
Karena itu, ia pun mempertanyakan mengapa mahasiswa harus berhadapan dengan berbagai hambatan ketika ingin melakukan demonstrasi.
"Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini... Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk! itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak," tuturnya.
Dalam pandangannya, mahasiswa seharusnya tidak perlu merasa gentar hanya karena berhadapan dengan aparat keamanan.
Demokrasi, terang Megawati, memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan kritik maupun pendapat terhadap kebijakan pemerintah.
Ia juga menilai keberanian menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tantang Polisi Tangkap Dirinya jika Dianggap Salah
Tak berhenti di situ, Megawati juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah gentar menyampaikan pandangan politik maupun kritik di hadapan publik.
Ia bahkan melontarkan pernyataan yang menantang aparat penegak hukum apabila ucapannya dianggap bermasalah.
Dengan nada tegas, putri Proklamator RI Soekarno itu menyebut kebebasan berpendapat merupakan hak yang harus dijaga dalam negara demokrasi.
“Nah, saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!” ucapnya.
Editor : Hernawati