Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Seskab Teddy dan BNN Ungkap Modus Baru Narkoba, Vape Jadi Sorotan

Dwi Puspitarini • Minggu, 21 Juni 2026 | 07:26 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto (Instagram/ @sekretariat.kabinet)
Seskab Teddy Indra Wijaya bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto (Instagram/ @sekretariat.kabinet)

KALTIMPOST.ID - Pertemuan antara Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto, di kantor Sekretariat Kabinet pada Sabtu (20/6/2026) membahas perkembangan ancaman narkotika yang semakin kompleks. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyoroti munculnya modus baru peredaran narkoba yang dinilai semakin canggih, terutama di wilayah perkotaan besar di Indonesia.

Selain membahas pola peredaran gelap narkotika, pertemuan itu juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas lembaga dalam upaya pencegahan dan pemberantasan. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antarinstansi guna menekan angka penyalahgunaan narkoba, sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Fokus Pengawasan Modus Baru Peredaran Narkoba

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menerima Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu (20/6/2026). (Instagram/ @sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menerima Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu (20/6/2026). (Instagram/ @sekretariat.kabinet)

Dalam diskusi tersebut, BNN memaparkan perkembangan terbaru terkait jaringan peredaran narkoba yang kini semakin sulit dideteksi karena memanfaatkan berbagai teknologi dan metode baru. Salah satu perhatian utama adalah penggunaan perangkat sehari-hari sebagai media penyamaran.

BNN menilai bahwa perkembangan modus ini menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum. Jaringan pelaku tidak hanya memanfaatkan jalur konvensional, tetapi juga berbagai sarana yang tampak legal di masyarakat. Hal ini membuat upaya pengawasan dan pemberantasan perlu terus diperbarui agar tetap efektif.

BNN juga menyampaikan sejumlah capaian dalam pengungkapan jaringan besar narkotika yang beroperasi lintas wilayah. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk menekan distribusi narkoba yang semakin meluas.

Vape Jadi Sorotan dalam Pencegahan Penyalahgunaan Zat Berbahaya

Salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penyalahgunaan rokok elektronik atau vape. Perangkat ini menjadi perhatian khusus karena berpotensi digunakan sebagai media untuk menyimpan atau mengedarkan zat berbahaya.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet, ditegaskan bahwa perhatian terhadap isu ini menjadi bagian dari langkah pencegahan yang lebih luas.

“Salah satu yang menjadi fokus utama BNN adalah bahaya penyalahgunaan rokok elektronik atau vape yang dapat dimanfaatkan sebagai media penggunaan zat berbahaya,” kata Setkab, dilansir dari inews, Minggu (21/6).

Pemerintah menilai bahwa perkembangan tren penggunaan vape di kalangan masyarakat, terutama anak muda, perlu diantisipasi dengan edukasi yang lebih kuat. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi perangkat tersebut juga menjadi bagian dari strategi pencegahan.

Selain fokus pada penindakan, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Upaya ini dianggap sebagai langkah jangka panjang untuk membangun kesadaran publik mengenai bahaya narkoba dan cara-cara baru yang digunakan dalam peredarannya.

Sinergi antara pemerintah dan lembaga terkait diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan dari tingkat pusat hingga daerah. Dengan kerja sama yang lebih erat, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Suyudi Ario Seto #bnn #peredaran narkoba #vape #Seskab Teddy Indra Wijaya