Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Usai Gempa M6,7, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan di Sigi

Dwi Puspitarini • Senin, 22 Juni 2026 | 05:24 WIB
Ilustrasi gempa yang melanda Kabupaten Sukabumi pada Selasa malam, 8 Oktober.
Ilustrasi. BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan di Sigi

KALTIMPOST.ID - Gempa susulan masih terus terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Minggu (21/6/2026), telah terjadi sebanyak 1.163 gempa susulan.

Gempa terbesar dalam rangkaian tersebut mencapai magnitudo 5,3, sementara gempa terbaru berkekuatan magnitudo 4,1 terjadi pada Minggu sore. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi pada Minggu sore masih merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa setelah peristiwa utama pada pertengahan Juni.

"Gempa ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi dengan kekuatan M6,7 di Sigi pada tanggal 16 Juni 2026 pada pukul 10:27:44 WIB," ujar Djati, dilansir dari inews, Senin (22/6).

Menurut BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,08 Lintang Selatan dan 120,01 Bujur Timur. Lokasinya berada di darat sekitar 38 kilometer timur laut Kabupaten Sigi dengan kedalaman 6 kilometer.

BMKG menjelaskan bahwa karakteristik tersebut menunjukkan gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo," kata Djati

Berdasarkan peta guncangan atau Shakemap BMKG serta laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Sigi dengan intensitas II hingga III MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sebagian orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan getaran terasa jelas di dalam rumah seperti saat sebuah truk melintas.

Meski aktivitas gempa susulan masih cukup tinggi, hingga saat ini BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa susulan terbaru.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ucapnya.

BMKG tetap meminta masyarakat untuk tidak panik dan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun BMKG. Warga juga diimbau tetap waspada mengingat aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi setelah gempa utama.***

Editor : Dwi Puspitarini
#gempa susulan di Sigi #Sesar Palolo #sulawesi tengah #bmkg #gempa