Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kemenhaj Ungkap 120 Jemaah Haji Masih Menjalani Perawatan di Arab Saudi

Dwi Puspitarini • Selasa, 23 Juni 2026 | 15:37 WIB
Ilustrasi jemaah haji Indonesia.
Ilustrasi jemaah haji Indonesia.

KALTIMPOST.ID - Sebanyak 120 jemaah haji Indonesia hingga Selasa (23/6/2026) masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah tersebut tetap menjadi tanggung jawab pemerintah dan akan dipulangkan ke Indonesia setelah dinyatakan layak terbang oleh tim dokter. Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji ke Tanah Air masih terus berlangsung secara bertahap.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan pemerintah tetap memberikan pendampingan kepada para jemaah yang masih menjalani perawatan meskipun kelompok terbang (kloter) asal mereka telah lebih dahulu kembali ke Indonesia.

"Masih ada 120 jemaah yang dirawat. Mereka akan dipulangkan jika sudah dinyatakan layak untuk terbang," ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (23/6) dikutip dari CNN.

Ia menegaskan bahwa petugas haji yang masih berada di Arab Saudi akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para jemaah hingga mereka memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.

Menurut Gus Irfan, setiap jemaah akan dipulangkan segera setelah dokter menyatakan kondisi kesehatannya telah memungkinkan untuk terbang. Pemerintah memastikan tidak ada jemaah yang ditinggalkan selama masih membutuhkan perawatan medis.

"Sekalipun Kloternya sudah pulang, pasti kita akan pulangkan selama dokter mengatakan sudah layak terbang."

Selain menyampaikan perkembangan jemaah yang masih dirawat, Kemenhaj juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 350 jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Meski demikian, pemerintah menilai jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan musim haji tahun sebelumnya. Perbedaan angka kematian yang mencapai lebih dari 100 orang dinilai menjadi salah satu hasil dari upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada jemaah.

Menteri Haji dan Umrah menyatakan pemerintah tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh agar angka kematian dapat terus ditekan pada penyelenggaraan haji tahun berikutnya. Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah penerapan istitha'ah kesehatan atau pemeriksaan kemampuan kesehatan calon jemaah sebelum keberangkatan.

"Jumlah yang cukup besar menurut kami, tapi Alhamdulillah ini masih bisa di bawah tahun lalu, lebih dari 100 bedanya."

"Sehingga ini suatu capaian kita walaupun bukan capaian yang memuaskan, tapi tahun depan kita akan segera perketat, perkuat lagi, istitha'ah kesehatan bagi para jemaah kita," sambungnya.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan. Hingga Selasa, sebanyak 149.726 jemaah atau 387 kelompok terbang telah tiba kembali di Indonesia. Masih terdapat 130 kloter yang berada di Madinah dan dijadwalkan pulang secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Kemenhaj, seluruh jemaah yang sebelumnya berada di Makkah kini telah berpindah ke Madinah sehingga proses pemulangan menjadi lebih terfokus dari kota tersebut.

"Di Makkah sudah bersih dari jemaah kita, dan ini artinya tinggal sisa sekitar 29 persen dari seluruh jemaah kita yang masih berada di Madinah. Dan Alhamdulillah berangsur-angsur akan kembali," kata Gus Ifan.

Selain jemaah, para petugas haji juga akan menyelesaikan masa tugasnya secara bertahap. Pemerintah menyebut kepulangan terakhir petugas haji dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026 setelah seluruh rangkaian operasional pemulangan jemaah selesai dilaksanakan.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Pemulangan Jemaah Haji #Kemenhaj #gus irfan #Haji 2026 #jemaah haji indonesia