Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Belum Naik, Kebocoran Negara Disebut Capai Rp2.500 Triliun

Uways Alqadrie • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto,
Presiden Prabowo Subianto,

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu faktor yang membuat peningkatan kesejahteraan guru dan aparatur sipil negara (ASN) belum dapat dilakukan secara maksimal. 

Menurutnya, kemampuan fiskal pemerintah masih tertekan akibat kebocoran penerimaan negara yang nilainya disebut sangat besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Penangkapan Taufik Hidayat di Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Kesehatan, Ayah Sebut Anaknya Sering Berbuat Kekerasan

Dalam kesempatan itu, kepala negara menjelaskan bahwa persoalan keterbatasan anggaran tidak terlepas dari praktik-praktik yang selama ini menyebabkan potensi pemasukan negara tidak masuk secara optimal ke kas pemerintah.

Prabowo menilai para tokoh agama dan pemimpin masyarakat perlu memahami akar persoalan tersebut agar dapat memberikan penjelasan yang utuh kepada masyarakat mengenai kondisi keuangan negara.

Menurutnya, selama bertahun-tahun Indonesia kehilangan potensi penerimaan dalam jumlah besar.

Dana yang seharusnya dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai negeri, tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan negara.

Ia juga kembali menyoroti praktik under invoicing, yakni pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari nilai sebenarnya. Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya penerimaan negara dan menghambat optimalisasi anggaran.

Presiden memperkirakan kebocoran penerimaan negara yang terjadi setiap tahun dapat mencapai sekitar Rp2.500 triliun. Jika potensi tersebut dapat ditekan, pemerintah diyakini memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai berbagai kebutuhan publik.

Selain berdampak pada anggaran negara, Prabowo menyebut keluarnya kekayaan nasional secara terus-menerus juga dapat memengaruhi kondisi perekonomian, termasuk nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Kronologi Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Tersangka Penganiayaan YTR Ditangkap di Majalaya

Pemerintah, kata dia, terus berupaya memperbaiki tata kelola penerimaan negara dan menutup berbagai celah yang selama ini menyebabkan kebocoran.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan negara dalam membiayai program-program strategis, termasuk sektor pendidikan dan pelayanan publik.

Editor : Uways Alqadrie
#gaji guru kapan naik #gaji guru belum cair 2026 #gaji guru #Presiden Prabowo #tunjangan asn