Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bukan Gugur, Ini Alasan 32 Peserta Hamil Latsarmil SPPI 2026 Dipulangkan

Dwi Puspitarini • Minggu, 28 Juni 2026 | 07:52 WIB
Peserta Latsarmil SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Instagram/@kemhanri)
Peserta Latsarmil SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Instagram/@kemhanri)

 

KALTIMPOST.ID - Pelaksanaan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil SPPI 2026) bagi calon manajer Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih tengah mencuri perhatian publik. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi telah memulangkan sementara 32 peserta perempuan yang diketahui sedang dalam kondisi hamil.

Langkah ini diambil di tengah sorotan tajam publik terhadap pelaksanaan Latsarmil SPPI 2026. Sebagaimana diketahui, lima orang peserta dilaporkan meninggal dunia di lima satuan pendidikan berbeda karena faktor kesehatan, seperti heat stroke, henti jantung, tuberkulosis, hingga sesak napas akut.

Pihak Kemhan menegaskan bahwa pemulangan 32 peserta hamil dari kegiatan Latsarmil SPPI 2026 ini murni didasari atas pertimbangan kemanusiaan dan perlindungan terhadap kondisi kesehatan ibu serta janin.

Baca Juga: TNI Akui Terapkan Hukuman Fisik bagi Peserta Latsarmil Pengelola Kopdes yang Melanggar Disiplin

Hak Peserta Dipastikan Aman

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa sejak awal proses seleksi memang tidak ada aturan yang membatasi atau melarang perempuan hamil untuk mendaftar. Akibatnya, sejumlah peserta tetap lolos hingga ke tahapan latihan fisik.

"Berkaitan dengan perlakuan khusus pada yang hamil, yang berdasarkan syarat karena memang di awal tidak dibatasi, tidak ditentukan pasti, sehingga tersaring," kata Ketut dalam sesi jumpa pers di Kantor Kemhan RI, Sabtu (27/6/2026).

Meski harus meninggalkan penampungan lebih awal, Ketut memastikan status kepesertaan mereka tidak gugur. Pemerintah menjamin hak mereka untuk menjadi manajer koperasi tetap melekat dan bisa dilanjutkan pada gelombang berikutnya.

"Tapi dengan pertimbangan perkembangan kesehatan yang berkembang tadi, dengan alasan kemanusiaan, ya ada 32 orang tahap pertama dikembalikan dengan talent pool," ujarnya lagi.

"Statusnya dia masih memenuhi syarat (sebagai calon manajer) dan bisa melanjutkan pada saat kegiatan pendidikan nanti ada rencananya batch berikutnya," sambung Ketut.

Baca Juga: Dana Desa Bakal Dipangkas 58 Persen dan Dialihkan ke Kopdes Merah Putih, Begini Nasib Pembangunan Desa ke Depan

Ada Peserta yang Melahirkan saat Program

Tak hanya peserta hamil, dinamika di lapangan juga mencatat adanya satu orang peserta Latsarmil SPPI 2026 yang terpaksa berhenti sementara karena memasuki proses persalinan di tengah-tengah masa pendidikan.

Pihak BPSDM Kemhan memastikan proses kelahiran tersebut berjalan dengan aman dan hak pendidikan sang ibu tetap dilindungi penuh oleh negara hingga dinyatakan lulus.

"Memang ada satu lagi bukan yang hamil saja, ada yang melahirkan. Tetap kita melanjutkan karena memang sudah proses kelahirannya berjalan secara aman. Itu di luar ini, tetap juga kita berikan hak untuk mendapatkan kegiatan pendidikan ini sampai dengan terakhir," pungkas Ketut. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Latsarmil SPPI 2026 #peserta hamil Latsarmil SPPI #Peserta Hamil Dipulangkan #kemhan #Koperasi Desa Merah Putih