Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kekeringan Meluas di Jawa Tengah dan NTB, Lebih dari 20 Ribu Warga Terdampak Krisis Air Bersih

Uways Alqadrie • Minggu, 28 Juni 2026 | 17:55 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 15 desa di Provinsi Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) terdampak kekeringan, dengan jumlah warga yang terdampak mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, menjelaskan salah satu daerah yang mengalami dampak cukup serius adalah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga: Dokter Gantung Diri! Kronologi Perawatan dr Icha Sebelum Gantung Diri, Sempat Rawat Inap dan Pemeriksaan Kejiwaan

Empat desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo, mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih sejak awal Juni 2026.

Data BPBD Kabupaten Klaten menunjukkan sebanyak 2.498 kepala keluarga atau sekitar 8.319 jiwa terdampak.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, pemerintah daerah telah menyalurkan sekitar 60 ribu liter air bersih kepada 377 kepala keluarga atau 1.450 jiwa. Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain Klaten, kekeringan juga melanda Kabupaten Pemalang. Tiga desa yang berada di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari dilaporkan mengalami penurunan ketersediaan air bersih akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kekeringan juga meluas ke tiga desa yang berada di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 166 kepala keluarga terdampak akibat menurunnya ketersediaan air bersih.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Pemalang telah menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih, terutama untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Pulosari.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Boyolali. Kekeringan dilaporkan melanda Desa Ketoyan di Kecamatan Wonosegoro serta Desa Samiran di Kecamatan Selo. Sebanyak 42 kepala keluarga atau 125 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Untuk membantu masyarakat, BPBD Boyolali telah mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke dua desa tersebut. Distribusi dilakukan sesuai kebutuhan warga sambil terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Di Nusa Tenggara Barat, dampak musim kemarau dirasakan masyarakat Kabupaten Lombok Barat. Enam desa yang tersebar di Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, dan Batu Layar mengalami kekeringan dengan total 4.245 kepala keluarga atau sekitar 12.008 jiwa terdampak.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus mendistribusikan bantuan air bersih secara bertahap. Hingga saat ini, sedikitnya 84.000 liter air telah disalurkan ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.

BNPB mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau berlangsung.

Selain mengandalkan distribusi air menggunakan mobil tangki sebagai solusi sementara, masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan air hujan sebagai cadangan apabila masih terdapat peluang terjadinya hujan di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Dokter Gantung Diri! Kronologi Keributan dr Icha dengan Anggota DPRD TTU di IGD, Berawal dari Permintaan Vaksin Pasien

BNPB memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama puncak musim kemarau tahun ini.

Editor : Uways Alqadrie
#musim kemarau di Jateng #musim kemarau di NTB #BNPB Jateng #BNPB NTB #bmkg