KALTIMPOST.ID, MANADO – Insiden tragis menimpa jajaran Polres Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara. Seorang anggota kepolisian, Briptu Excel Mamuli, meninggal dunia setelah terkena tembakan saat menjalankan tugas pengamanan di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Minggu (28/6) malam.
Peristiwa bermula ketika Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Boltara menerima laporan masyarakat mengenai keributan yang melibatkan beberapa orang yang diduga membawa senjata tajam. Tim kemudian bergerak menuju lokasi untuk meredam situasi.
Baca Juga: Briptu Excel Mamuli Tewas Diduga Ditembak Sesama Polisi, Keluarga Sebut Pelaku Berpangkat Brigpol
Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, menjelaskan tiga personel URC yang dipimpin Brigpol RT diterjunkan untuk menangani laporan tersebut.
Saat proses pengamanan berlangsung, situasi disebut berkembang sangat cepat. Salah seorang terduga pelaku diduga hendak menyerang Briptu Excel menggunakan senjata tajam. Melihat kondisi itu, Brigpol RT mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah pelaku.
Namun tembakan tersebut justru mengenai Briptu Excel. Polisi muda itu mengalami luka tembak dan langsung dievakuasi ke RSUD Boltara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
Sayangnya, nyawa Briptu Excel tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.15 Wita saat dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan.
Polda Sulawesi Utara memastikan penyelidikan atas insiden tersebut sedang berjalan. Bidang Propam bersama Satreskrim Polres Boltara telah memeriksa seluruh personel yang berada di lokasi guna mengungkap kronologi secara menyeluruh dan memastikan proses hukum berlangsung objektif.
Selain memeriksa anggota yang terlibat, polisi juga telah mengamankan seorang terduga pelaku keributan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kepolisian menegaskan investigasi akan dilakukan secara profesional dan transparan hingga penyebab pasti insiden salah tembak tersebut terungkap.
Editor : Uways Alqadrie