Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PSI Bela Jokowi soal Prosesi Injak Kepala Kerbau di Lampung, Sebut PDIP Hina Adat

Uways Alqadrie • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:36 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengikuti prosesi adat saat menerima gelar kehormatan di Lampung. (Foto tangkapan layar)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengikuti prosesi adat saat menerima gelar kehormatan di Lampung. (Foto tangkapan layar)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Polemik mengenai prosesi adat yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Lampung terus berlanjut. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membela prosesi tersebut setelah sebelumnya mendapat sorotan dari PDI Perjuangan (PDIP).

Ketua DPP PSI Bestari Barus menilai kritik yang dilontarkan kader PDIP terhadap prosesi Jokowi menginjak kepala kerbau justru menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap tradisi masyarakat Lampung.

Baca Juga: 7 Tersangka Penyekapan Karyawan Percetakan di Jakarta Pusat Ditangkap, Korban Disekap 21 Hari

Menurut dia, ritual tersebut merupakan bagian dari penghormatan adat yang telah berlangsung sejak lama.

Bestari menjelaskan prosesi itu dilakukan di atas karpet merah sebagai simbol penghargaan dari para pemangku adat kepada Jokowi. Tradisi tersebut, katanya, berasal dari kerajaan-kerajaan adat di Lampung dan tidak memiliki makna negatif seperti yang dipersepsikan sebagian pihak.

Ia menegaskan, prosesi adat tersebut merupakan warisan budaya yang sudah ada jauh sebelum dinamika politik saat ini berkembang. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika ritual adat dikaitkan dengan kepentingan politik.

PSI juga menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang sebelumnya mempertanyakan langkah politik Jokowi. Bestari menilai tidak ada pihak yang berhak menentukan pilihan maupun arah politik seorang tokoh.

Menurutnya, apabila PDIP memang tidak lagi sejalan dengan Jokowi, sebaiknya tidak terus menjadikan mantan presiden tersebut sebagai bahan kritik. Ia justru menyarankan partai berlambang banteng itu lebih fokus melakukan pembenahan internal.

Di akhir pernyataannya, Bestari berharap seluruh elite politik dapat menghormati tradisi daerah di Indonesia. Ia bahkan meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendorong kader-kadernya agar lebih memahami nilai-nilai budaya dan adat istiadat Nusantara.

Baca Juga: Nadiem Divonis Hari Ini, Simak Tuntutan Jaksa dan Harapan Mantan Mendikbudristek

Sebelumnya, polemik bermula setelah sejumlah kader PDIP mengomentari prosesi adat saat Jokowi menerima gelar kehormatan di Lampung, termasuk ritual menginjak kepala kerbau yang menjadi bagian dari rangkaian penghormatan adat setempat.

Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari PSI yang menilai prosesi itu tidak semestinya diperdebatkan dari sudut pandang politik.

Editor : Uways Alqadrie
#ketua umum PSI #safari Jokowi #jokowi #Partai Solidaritas Indonesia (PSI)