KALTIMPOST.ID, Kegagalan Hong Myung-bo membawa Timnas Korea Selatan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 berbuntut panjang.
Meski sudah mengundurkan diri sehari setelah Taeguk Warriors tersingkir, mantan pelatih berusia 57 tahun itu tetap menjadi sasaran kemarahan publik.
Mulai dari cacian di media sosial, dilarang memasuki sejumlah restoran dan supermarket, hingga ancaman pembunuhan.
Korea Selatan dipastikan angkat koper setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir fase grup yang digelar di Monterrey, Meksiko.
Baca Juga: Mimpi Buruk Belanda! Ambruk 2-3 di Babak Tos-tosan, Maroko Rebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
Hasil tersebut membuat Taeguk Warriors gagal melaju ke fase gugur meski sebelumnya sempat membuka turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.
Setelah itu, Korea Selatan menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing 0-1 dari Meksiko dan Afrika Selatan.
Sehari setelah kegagalan tersebut, Minggu (28/6/2026), Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala. Meski begitu, kekecewaan publik Korea Selatan kepadanya tak juga terbendung.
Di media sosial beredar foto-foto yang memperlihatkan sejumlah restoran dan supermarket memasang pengumuman yang melarang Hong Myung-bo memasuki tempat usaha mereka.
Bahkan, tekanan terhadap Hong semakin serius saat tim dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Incheon pada Selasa (30/6/2026).
Ancaman pembunuhan muncul melalui sebuah unggahan di internet yang berbunyi, "Saya akan membunuh Hong Myung-bo," disertai pernyataan bahwa pelaku akan mendatangi bandara.
Merespons ancaman tersebut, Kepolisian Metropolitan Incheon mengerahkan sekitar 160 personel polisi antihuru-hara, petugas keamanan bandara, serta 25 personel keamanan khusus untuk mengawal kepulangan rombongan Timnas Korea Selatan. (*)
Editor : Almasrifah