Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PDIP Nonaktifkan Veronika Lake, Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Dokter Icha

Uways Alqadrie • Selasa, 30 Juni 2026 | 18:24 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengambil langkah menonaktifkan Anggota DPRD TTU, Veronika Lake, menyusul dugaan keterlibatannya dalam kasus intimidasi terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha.

Keputusan tersebut disampaikan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/6). Menurutnya, penonaktifan dilakukan selama Veronika menjalani proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian.

Andreas menjelaskan, sebelum keputusan diambil, Badan Kehormatan DPC PDIP TTU telah meminta klarifikasi kepada Veronika terkait dugaan tersebut. Setelah proses internal dilakukan, partai memutuskan menonaktifkan yang bersangkutan hingga ada kepastian hukum.

Baca Juga: Update Kasus Penyekapan Yuvita: Jumlah TKP Taufik Hidayat Beraksi Jadi Enam, Polisi Dalami Barang Bukti Baru

Meski demikian, Andreas belum menjelaskan apakah status yang dinonaktifkan hanya sebagai kader partai atau juga mencakup posisinya sebagai anggota DPRD TTU. Ia menegaskan, keputusan lebih lanjut akan menunggu perkembangan proses hukum.

PDIP juga belum memberikan sanksi yang lebih berat karena perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Menurut Andreas, dugaan intimidasi yang kini ditangani aparat penegak hukum masih harus dibuktikan sehingga partai memilih menghormati proses yang berjalan.

Kasus ini bermula dari peristiwa di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Saat itu, Dokter Icha sedang menangani seorang anak yang menjadi korban gigitan ular hijau.

Dalam peristiwa tersebut, tiga anggota DPRD TTU diduga mendatangi rumah sakit dan melakukan tindakan yang dinilai menekan tenaga medis. Ketiganya adalah Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Robert Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDIP.

Keluarga Dokter Icha menyebut insiden itu berdampak besar terhadap kondisi psikologis korban. Menurut mereka, setelah kejadian di rumah sakit, Dokter Icha mengalami ketakutan dan tekanan mental hingga enggan kembali bertugas.

Di sisi lain, Veronika Lake membantah ikut melakukan intimidasi. Ia menyatakan tidak masuk ke ruang perawatan saat kejadian dan menegaskan telah ada permintaan maaf yang disampaikan kepada manajemen RS Leona maupun kepada Dokter Icha.

Baca Juga: Korban Gempa Venezuela Tembus 1.700 Jiwa, NASA Sebut Hampir 59 Ribu Bangunan Rusak Parah

Veronika juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Dokter Icha dan berharap proses hukum dapat mengungkap fakta secara objektif.

Kasus dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha kini masih didalami oleh kepolisian untuk memastikan peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.

Editor : Uways Alqadrie
#dr Icha #Polres Timur Tengah Utara #DPRD Timur Tengah Utara #Veronika Lake #dokter gantung diri