KALTIMPOST.ID, Pemerintah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan sekitar 18 ribu guru honorer yang mengajar di madrasah negeri akan diprioritaskan dalam pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) pada formasi mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI. Menurutnya, pemerintah telah membahas sejumlah skema penyelesaian persoalan guru non-ASN bersama pimpinan DPR serta kementerian terkait.
Prioritas Formasi ASN untuk Guru Honorer
Menag menjelaskan bahwa guru honorer yang telah lama mengabdi di madrasah negeri menjadi kelompok yang akan diprioritaskan ketika pemerintah membuka formasi ASN berikutnya.
Ia menyebut jumlah guru honorer yang masuk dalam skema prioritas tersebut sekitar 18 ribu orang. Kebijakan ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan kepastian status bagi para tenaga pendidik.
Guru yang Belum Terangkat Diusulkan Terima Insentif
Selain pengangkatan ASN, Kemenag juga mengusulkan pemberian insentif sebesar Rp1,5 juta bagi guru madrasah non-ASN yang belum dapat diangkat karena keterbatasan formasi.
Usulan tersebut telah dibahas bersama DPR sebagai alternatif agar guru honorer tetap memperoleh dukungan kesejahteraan sembari menunggu proses pengangkatan ASN.
Sebelumnya, Kemenag juga telah mulai menyalurkan insentif bagi guru madrasah non-ASN pada akhir Juni 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di bawah naungannya.
Masih Menunggu Formasi Resmi
Meski telah menyampaikan skema prioritas, pemerintah belum mengumumkan jadwal maupun jumlah formasi ASN yang akan dibuka secara resmi untuk pengangkatan guru honorer madrasah.
Karena itu, para guru diminta menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait pelaksanaan seleksi ASN berikutnya. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mencari solusi bagi guru non-ASN agar memperoleh haknya.
Editor : Ilmidza