Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Korban Terakhir Ditemukan, Aiptu Sumaryanto Lengkapi Daftar Tiga Polisi Gugur di Katingan

Uways Alqadrie • Minggu, 5 Juli 2026 | 12:39 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post
KALTIMPOST.ID, KATINGAN – Operasi pencarian terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang usai penggerebekan jaringan narkoba di Kecamatan Katingan Tengah akhirnya tuntas. Pada Minggu (5/7) pagi, tim gabungan menemukan Aiptu Sumaryanto dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.

Jenazah ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Dusun Buntut Bendang, Desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah. Setelah dievakuasi dari lokasi, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, seluruh anggota kepolisian yang menjadi korban dalam insiden penyerangan saat operasi pemberantasan narkoba kini telah ditemukan.

Baca Juga: AS dan Negara Barat Kompak Absen, 110 Negara Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran

Sebelumnya, Bripda Nopandri Ramadhana lebih dulu ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/7) sore di aliran DAS Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang. Sedangkan Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur saat bentrokan berlangsung dan telah dimakamkan secara kedinasan di Kasongan.

Operasi pencarian melibatkan personel Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, Basarnas, TNI, serta masyarakat sekitar. Tim harus menyisir sungai dan kawasan hutan dengan kondisi arus yang cukup deras hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para personel yang sedang menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.

Ia menegaskan, kepolisian tidak akan menghentikan proses penegakan hukum. Tim gabungan masih memburu seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aparat saat operasi berlangsung.

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Seluruh pelaku akan terus diburu dan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Race Marc Márquez Digelar 12 Juli Pukul 19.00 WIB

Bareskrim Polri juga terus berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut. Masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku diminta segera memberikan informasi kepada aparat.

Insiden bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk melakukan penggerebekan. Target berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika aparat mendapat perlawanan dari sekelompok orang yang menggunakan senjata tajam. Polisi juga menduga sebagian pelaku membawa senjata api rakitan sehingga kondisi di lokasi semakin tidak terkendali.

Dalam situasi tersebut, beberapa anggota terpaksa menyeberangi Sungai Katingan untuk menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan datang.

 Peristiwa itu menyebabkan Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur, sedangkan Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Di mata keluarga, Bripda Nopandri dikenal sebagai sosok yang ramah, bertanggung jawab, dan gemar mencairkan suasana dengan candaan. Polisi kelahiran 3 November 2002 itu merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Baca Juga: KPK Temukan 55 Keping Platinum Seberat Kg saat OTT Bupati Langkat, Nilainya Capai Rp47 Miliar

Kakaknya, Santri Sutrisna, mengisahkan bahwa adiknya telah bercita-cita menjadi anggota Polri sejak duduk di bangku SMA. Meski sempat gagal pada seleksi pertama, Nopandri tidak menyerah.

Ia kembali mengikuti proses rekrutmen hingga akhirnya lulus pada 2022 dan bertugas di Satresnarkoba Polres Katingan.

Keluarga juga mengenang kebiasaan almarhum yang selalu berpamitan setiap kali berangkat bertugas. Kebiasaan itu kembali dilakukan sebelum mengikuti operasi pemberantasan narkoba yang menjadi pengabdian terakhirnya sebagai anggota Polri.

Editor : Uways Alqadrie
#Polres Katingan #Polres Katingan berduka #Bripda Nopandri Ramadhana #Aiptu Sumaryanto #polda kalteng