KALTIMPOST.ID,PALANGKA RAYA–Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua anggota Polri yang hilang di Sungai Katingan, Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalteng, resmi ditutup. Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam kondisi meninggal dunia.
Korban terakhir, Aiptu Sumariyanto (47), ditemukan pada Minggu (5/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Jasadnya ditemukan tersangkut di tumpukan kayu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, Desa Rantau Asem, atau sekitar 7 hingga 10 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Baca Juga: Tak Perlu Lagi ke Singapura, BPOM Resmi Rilis Obat Diabetes Inovatif Tirzepatide
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, menjelaskan bahwa penemuan korban bermula dari informasi warga sekitar yang melihat sesosok jasad mengapung di tepian sungai. "Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban setelah menerima laporan dari masyarakat. Jasad korban ditemukan tersangkut kayu di DAS Katingan, Desa Rantau Asem, berjarak sekitar delapan kilometer dari LKP (lokasi kejadian perkara). Korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara," ujar Alit, Minggu (5/7).
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah lebih dahulu menemukan korban pertama, Bripda Nopandri Ramadhana, pada Sabtu (4/7) sore sekitar pukul 15.55 WIB.
Dengan ditemukannya kedua korban, seluruh rangkaian operasi pencarian yang berlangsung selama empat hari berturut-turut tersebut dinyatakan berakhir.
"Dengan ditemukannya semua korban, maka seluruh tahapan operasi SAR dinyatakan selesai dan secara resmi ditutup," tegas Alit.
Baca Juga: Aiptu N Masuk Patsus 20 Hari, Dugaan Kekerasan terhadap Istri Siri Diusut Bareskrim Polri
Operasi SAR berskala besar ini melibatkan ratusan personel gabungan. Di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, dan Inafis Polda Kalimantan Tengah. Selain itu, unsur dari Satpolairud Polres Katingan, Polsek Katingan Tengah, Koramil 1019-04/Katingan Tengah, BPBD Kabupaten Katingan, serta masyarakat setempat juga turut bahu-bahu di lapangan selama proses evakuasi.(*)
Editor : Thomas Priyandoko