KALTIMPOST.ID,PALANGKARAYA–Kasus tewasnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Sungai Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), kini memasuki babak baru yang mengejutkan.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap dugaan kuat bahwa ketiga personel tersebut tidak meninggal karena tenggelam, melainkan menjadi korban penyiksaan keji sebelum jasadnya dibuang ke sungai.
Baca Juga: Senator Paraguay Hina Mbappe, Balasan Sang Kapten Prancis Lebih Menohok
Dugaan tersebut mencuat setelah Kompolnas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lima titik, meninjau hasil autopsi, serta memeriksa keterangan aparat desa hingga tokoh masyarakat setempat.
"Dari hasil pengecekan lapangan, hasil autopsi, dan karakter lokasi, kami menduga mereka mengalami penyiksaan. Dugaan kuat kami, mereka meninggal lebih dulu di darat kemudian baru dibuang ke sungai. Ini adalah peristiwa yang sangat tragis," ungkap Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, saat konferensi pers di Mapolda Kalteng, Selasa (7/7).
Anam membeberkan, insiden berdarah ini bermula saat anggota Satresnarkoba menjalankan tugas resmi menggerebek bandar narkoba. Meski polisi sudah menunjukkan surat tugas, kedatangan mereka justru diteriaki 'perampok' oleh pihak target.
Teriakan itu memancing pihak keluarga target datang menyerang menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan.
Sadar situasi tidak kondusif, sejumlah polisi yang terluka memilih mundur demi menghindari jatuhnya korban jiwa. "Namun, yang kami sesalkan, ketika anggota sudah memilih mundur, pengejaran tetap dilakukan oleh kelompok tersebut hingga terjadi peristiwa tragis ini," sesal Anam.
Berdasarkan laporan warga sekitar, kelompok keluarga bandar narkoba tersebut memang dikenal kerap membuat keresahan dan mengintimidasi warga menggunakan senjata tajam.
Baca Juga: KATINGAN BERDARAH: Kanit Narkoba Gugur Diserang, Komisi III DPR Desak Polri Sikat Habis Pelaku!
Kapolda Kalteng Perintahkan Kejar Pelaku yang Buron
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa operasi penangkapan jaringan narkoba tersebut sudah berjalan sesuai prosedur baku (SOP). Ia menceritakan, saat dikepung massa, para personel terpaksa melompat ke Sungai Katingan karena jalur darat telah dikuasai kelompok pelaku.
Para korban sempat berkumpul di daratan kecil dalam kondisi terluka, namun serangan dari kelompok pelaku terus berlanjut. Informasi yang dihimpun pihak Polda, beberapa personel diduga sempat ditangkap dan ditawan oleh kelompok pelaku sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan.
"Saya sudah memfokuskan seluruh kekuatan untuk proses penegakan hukum. Sejumlah pelaku sudah diamankan, sedangkan yang masih buron saya perintahkan segera menyerahkan diri," tegas Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Atas dedikasi tinggi tersebut, Kapolri memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta serta jaminan pendidikan bagi anak-anak dari ketiga personel yang gugur dalam tugas.(*)
Editor : Thomas Priyandoko