KALTIMPOST.ID - Pemerintah mulai menyiapkan bansos lewat Kopdes Merah Putih sebagai salah satu skema baru dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Rencana tersebut tengah dikonsolidasikan oleh pemerintah sebelum diterapkan secara lebih luas.
Melalui skema bansos lewat Kopdes Merah Putih, pemerintah berharap proses penyaluran bantuan menjadi lebih dekat dengan masyarakat desa. Koperasi Desa Merah Putih nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari layanan publik di tingkat desa.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan persiapan kebijakan bansos lewat Kopdes Merah Putih saat ini masih berlangsung. Pemerintah juga telah memulai uji coba di sejumlah daerah sebelum implementasi secara nasional.
"Ya lagi dikonsolidasikan," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (15/7/2026), dilansir dari Kompas.com, Kamis (16/7/2026).
Penyaluran Bansos Akan Memanfaatkan Gerai di Kopdes Merah Putih
Menurut Gus Ipul, selama ini Kementerian Sosial menyalurkan dua program bantuan sosial utama, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), melalui mekanisme transfer.
Ke depan, pemerintah ingin memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Koperasi Desa Merah Putih, termasuk gerai layanan yang bekerja sama dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan melalui koperasi desa.
"Tentu ke depan kita akan coba juga bisa disalurkan melalui Kopdes-Kopdes, karena di Kopdes nanti kan ada gerai-gerai. Salah satunya tentu gerai dari Bank Himbara," ujar Gus Ipul.
Pemerintah Bidik Implementasi Mulai Agustus 2026
Gus Ipul menjelaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga masih terus dilakukan. Selain itu, pemerintah juga tengah menguji kesiapan sistem di sejumlah wilayah sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan.
Apabila seluruh kebutuhan telah terpenuhi, pemerintah menargetkan implementasi penyaluran bansos melalui Kopdes Merah Putih dapat dimulai pada Agustus 2026.
Menurut Gus Ipul, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Menurut saya, arahan Presiden cukup jelas dan insya Allah ini nanti kalau sudah memang semuanya siap ya, infrastrukturnya siap, sumber daya manusianya siap, komoditasnya siap, Koperasi Merah Putih," kata Gus Ipul.
Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih dirancang bukan hanya sebagai tempat penyaluran bantuan sosial. Koperasi tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat desa.
Fasilitas yang akan tersedia meliputi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga gudang penyimpanan hasil pertanian dan perikanan. Pemerintah berharap keberadaan koperasi mampu memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus meningkatkan pendapatan para petani, peternak, dan nelayan.
"Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa. Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar 202 triliun di petani peternak dan nelayan," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Koperasi, Minggu (12/7/2026), dilansir dari Kompas.com, Kamis (16/7/2026).***
Editor : Dwi PuspitariniSumber : kompas.com