KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Seorang bos perusahaan berinisial WH (47) ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam kamar sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (15/7) malam. Ironisnya, insiden dugaan bunuh diri ini terjadi di tengah upaya korban yang sedang mendalam proses memperbaiki hubungan rumah tangga dengan sang istri.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa motif di balik aksi nekat tersebut diduga kuat dipicu oleh permasalahan pribadi antara korban dan istrinya. Namun, komunikasi di antara keduanya sebenarnya sudah mulai membaik.
Baca Juga: Direktur Keuangan Ditemukan Tewas Tertembak di Hotel: Ditemukan Sang Istri, Sempat Minta Maaf
"Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki (hubungan) gitu loh. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, dikutip Sabtu (18/7).
Sebelum ditemukan tak bernyawa, WH yang datang ke hotel ditemani sopirnya sempat mengirimkan pesan singkat via WhatsApp kepada anak dan istrinya. Pesan tersebut berisi ucapan permintaan maaf yang mendalam terkait urusan rumah tangga mereka.
Baca Juga: Tewas dengan Luka Tembak, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Direktur Keuangan di Hotel Jaksel
Menerima pesan yang tidak biasa tersebut, sang istri merasa curiga. Ia kemudian langsung menghubungi sopir korban yang berada di hotel untuk segera mengecek keberadaan WH di dalam kamarnya.
Saat pintu kamar dibuka, sopir menemukan WH sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka tembak. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Galon Hantam 9 Kendaraan di Sibolangit: 4 Tewas, 8 Luka-Luka
"Dugaannya kan sedang ada masalah sama istri. Jadi ada masalah pribadi, ada salah sama istri gitu," tambah Joko mengenai latar belakang kejadian.
Hingga saat ini, aparat Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan kepemilikan senjata api yang ditemukan di lokasi kejadian.(*)
Editor : Thomas Priyandoko